SuaraJogja.id - Warga Maguwoharjo Sleman digegerkan dengan penemuan bayi di bawah pohon beringin.
Nahas bayi yang ditemukan itu sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, membenarkan temuan tersebut. Mayat bayi itu ditemukan di kawasan Kelompok Wanita Tani (KWT) Dangau Minahorti, Sambilegi Kidul, Maguwoharjo, Depok pada Kamis (28/8/2025) sekira pukul 09.30 WIB pagi tadi.
"Benar penemuan mayat bayi di bawah pohon beringin, Maguwoharjo, Depok, Sleman," kata Salamun saat dikonfirmasi, Kamis siang.
Berdasarkan keterangan saksi, penemuan berawal ketika seorang warga tengah mengambil sampah di Jalan Durian, Sambilegi Kidul RT 01/56, Maguwoharjo menggunakan mobil pikap sekitar pukul 08.00 WIB.
Namun merasa muatan terlalu berat, ia berhenti di bawah pohon beringin dan membuka salah satu plastik sampah yang berada di ember hitam.
"Saksi membuka plastik kresek tersebut dan terkejut kalau di dalamnya ada mayat bayi," ungkapnya.
"Penemuan pertama itu plastik warna hitam. Kemudian di dalam plastik warna hitam itu ada bayi yang dibungkus plastik warna putih," tambahnya.
Setelah itu warga tersebut langsung menghubungi Dukuh Sambilegi dan selanjutnya melaporkan ke pihak kepolisian.
Baca Juga: Kronologi Keracunan Massal SMPN 3 Berbah: Makanan Terlalu Lama Disimpan jadi Biang Kerok?
Polisi yang mendapat laporan itu langsung mendatangi lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal disampaikan oleh dokter dari Puskesmas Depok 1, bayi itu diketahui berjenis kelamin laki-laki.
"Sudah meninggal kurang lebih 6 jam," imbuhnya.
Selain itu, diduga sang ibu juga telah mengandung dengan usia kehamilan sudah cukup bulan.
Hal itu ditandai dengan ukuran bayi yang memiliki panjang 47,5 cm dan ambut di kepala sudah sesuai usia.
"Saat ditemukan tali pusar belum terpotong, serta plasenta tidak utuh dengan selaput plasenta," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat