SuaraJogja.id - Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran menargetkan peningkatan kapasitas pengolahan sampah mendekati batas maksimal 50 ton setiap hari.
Saat ini, fasilitas pengolahan yang dikelola oleh PD Aneka Darma tersebut baru mampu menangani 25–35 ton per hari karena masih beroperasi dengan dua shift kerja.
Tenaga Ahli PD Aneka Darma, Imam Santoso, menjelaskan bahwa secara konsep burning system ITF Bawuran dirancang untuk mengolah hingga 50 ton sampah per hari.
Namun, capaian aktual masih di bawah kapasitas maksimal karena shift ketiga belum dijalankan.
"Rata-rata kami mengolah 5–6 truk per hari, dengan kapasitas setiap truk sekitar 4,6–4,8 ton. Targetnya setelah perbaikan mesin dan sistem selesai, dalam dua hingga tiga minggu ke depan kami akan menambahkan shift ketiga," kata Imam, dikutip Kamis (28/8/2025).
Menurutnya, penambahan shift ketiga memiliki beberapa keunggulan.
Volume pembakaran bisa meningkat hingga 40–50 ton, serta proses pengolahan sampah lebih sempurna karena mesin bekerja tanpa jeda.
Meski demikian, ada konsekuensi berupa peningkatan biaya operasional dan kebutuhan tenaga kerja tambahan.
"Kalau bahan bakar relatif efisien, tetapi sumber daya manusia jelas bertambah. Hal ini sedang kami kaji sebelum menjalankan uji coba shift ketiga," tambahnya.
Baca Juga: Tragis! Warga Sleman Temukan Mayat Bayi di Bawah Pohon Beringin, Tali Pusar Belum Terpotong
Imam menegaskan kapasitas ITF Bawuran tidak boleh melebihi 50 ton per hari sesuai regulasi.
Namun, dengan sistem pemilahan sampah, total daya tampung bisa mencapai 80–90 ton.
Hal ini karena sebagian sampah bernilai ekonomis tidak dibakar, melainkan dipilah untuk dijual atau diolah menjadi produk baru.
"Konsep kami tidak hanya membakar sampah, tapi juga memilah. Residu organik sekitar 15–20 persen bisa diolah menjadi pupuk atau pakan ternak, sedangkan plastik dan material bernilai ekonomi kami jual kembali," jelasnya.
Dalam hal distribusi sampah, ITF Bawuran menerapkan sistem pengimbangan.
"Biasanya kiriman dari Kota Yogyakarta tiga truk, Bantul dua, dan swasta satu. Namun, saat depo Mandala Krida penuh, kami bisa menampung hingga 8–10 truk per hari," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat