SuaraJogja.id - Antrean panjang pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) tampak di Polresta Yogyakarta, Kamis (11/9/2025).
Peningkatan jumlah pemohon ini dipicu oleh kebutuhan pemberkasan warga terkait Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Salah satu pemohon, Ayu Ardila, mengaku memang datang untuk melengkapi persyaratan PPPK.
"Pemberkasan PPPK. Jadinya satu kota semuanya ada di sini semua kalau yang kota, kalau masing-masing daerah tertentu nanti ada di Bantul, Kulon Progo, Sleman, Gunungkidul juga," kata Ayu ditemui Mapolresta Yogyakarta, Kamis (11/9/2025).
Disampaikan Ayu, SKCK menjadi salah satu dokumen yang wajib diunggah di sistem SSCASN.
"Kemudian nanti terus pengisian upload dokumen SKCK, surat sehat jasmani, sama surat pernyataan juga," imbuhnya.
Ayu menambahkan bahwa dirinya sudah menggunakan aplikasi untuk pendaftaran pembuatan SKCK di Polresta Yogyakarta kali ini. Hal itu membuatnya lebih cepat dan efisien.
"Kalau saya itu sudah pakai aplikasi. Jadi sudah dapat bukti, sebenarnya hanya tinggal pemberkasan saja," ujarnya.
Antrean itu, kata Ayu, disebabkan oleh memiliki batas waktu atau tenggat yang sudah semakin dekat.
Baca Juga: Bukan Dendam, Bukan Target, Ini Alasan Mengejutkan di Balik Pelemparan Molotov Pospol Jogja-Sleman
Pasalnya batas akhir unggah berkas-berkas itu 15 September 2025 kemarin.
"Betul, terakhir 15 September, sekarang tanggal 11 cuma kita kepotong Sabtu-Minggu. Jadi waktunya tinggal Kamis dan Jumat. Senin paling tidak sudah punya semua berkas untuk dionlinekan," ujarnya.
Hal senada disampaikan Umi, warga Kota Yogyakarta lainnya yang juga ikut mengantre sejak pagi.
"Iya PPPK. Saya dari jam 8, sekarang sudah jam 9an. Soalnya tadi antre rekam sidik jari dulu, kalau misal enggak rekam sidik jari bisa langsung," ujar Umi.
Sementara itu, Ps Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Gandung Harjunadi, memastikan pihaknya siap membantu warga yang membutuhkan SKCK.
Bahkan pelayanan akan dipercepat untuk lebih mengurai antrean.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Generasi Muda Mulai Apatis terhadap Tuhan, Muhammadiyah Jawab Fenomena Agnostisisme dengan ChatHPT
-
RANS Carnival Kena Cancel Culture, Pakar Komunikasi Sebut Ini Bukan Sekadar Retorika
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional