Mereka juga akan ikut dilibatkan dalam skema pengelolaan sampah.
"Tukang-tukang rongsok banyak yang kami jadikan penggerobak. Mereka kami belikan gerobak," jelasnya.
Hasto menambahkan, pihaknya meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Yogyakarta ikut berperan dalam penanganan darurat ini.
Setiap OPD mengampu satu kalurahan dalam mengelola sampah.
"Saya tetapkan skema 1 OPD untuk 1 kelurahan. Jadi, semua kelurahan ada dinas yang mengampu. Dalam keadaan darurat, semua dinas jadi ‘dinas sampah’ dulu untuk mengurusi persoalan ini," tandasnya.
Hasto menambahkan, koordinasi dilakukan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DIY dan Sekda DIY yang baru.
Tujuannya, mencari jalan keluar bersama atas keterbatasan kapasitas TPA Piyungan.
Dengan strategi itu diharapkan selain volume sampah yang masuk ke TPA Piyungan dapat ditekan, Pemkot juga membuka peluang pemanfaatan sampah organik secara produktif.
Namun keberhasilan program ini bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.
Baca Juga: Baru 5 Titik Resapan Air Tersedia, DIY Rentan Banjir, Ini Kata DLHK
"Kami berusaha keras supaya sisa makanan dapur tidak dibawa ke depo. Dalam kondisi darurat ini, kita butuh exit strategy," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Pedagang Bendera Musiman di Jogja Gigit Jari, Instansi Pilih Stok Lama
-
Ramai-ramai Pasang Pagar Tinggi, Pakuwon Mall Jogja Tepis Isu demi Keamanan
-
GPFE 2026: Perkuat Kolaborasi Pengadaan, Dorong TKDN, dan Dukung Program Prioritas Nasional
-
GEMPAR di Pasar Ngijon, Strategi Sleman Wujudkan Pasar Nyaman dan Ekonomi Berdaya
-
Dorong PMI Jadi Wirausaha Mandiri, BRI Hadirkan Pelatihan Bisnis dan Literasi Keuangan di Taiwan