Mereka juga akan ikut dilibatkan dalam skema pengelolaan sampah.
"Tukang-tukang rongsok banyak yang kami jadikan penggerobak. Mereka kami belikan gerobak," jelasnya.
Hasto menambahkan, pihaknya meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Yogyakarta ikut berperan dalam penanganan darurat ini.
Setiap OPD mengampu satu kalurahan dalam mengelola sampah.
"Saya tetapkan skema 1 OPD untuk 1 kelurahan. Jadi, semua kelurahan ada dinas yang mengampu. Dalam keadaan darurat, semua dinas jadi ‘dinas sampah’ dulu untuk mengurusi persoalan ini," tandasnya.
Hasto menambahkan, koordinasi dilakukan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DIY dan Sekda DIY yang baru.
Tujuannya, mencari jalan keluar bersama atas keterbatasan kapasitas TPA Piyungan.
Dengan strategi itu diharapkan selain volume sampah yang masuk ke TPA Piyungan dapat ditekan, Pemkot juga membuka peluang pemanfaatan sampah organik secara produktif.
Namun keberhasilan program ini bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.
Baca Juga: Baru 5 Titik Resapan Air Tersedia, DIY Rentan Banjir, Ini Kata DLHK
"Kami berusaha keras supaya sisa makanan dapur tidak dibawa ke depo. Dalam kondisi darurat ini, kita butuh exit strategy," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Menyambut Derby DIY di Super League Musim Depan, Bupati Sleman: Hilangkan Rivalitas Tidak Sehat
-
Viral Pelari di Jogja Dipukul OTK Saat Ambil Minum, Begini Kronologinya
-
Resmi Promosi, Bupati Sleman Minta PSS Jaga Komitmen di Super League: Jangan Sampai Turun Kasta Lagi
-
Coretan Umpatan di Little Aresha Semakin Banyak, Psikolog UGM Tegaskan Mengikat Anak Tak Dibenarkan
-
Peringatan Dini BMKG: Akhir Pekan di Jogja Berpotensi Hujan Badai Petir dan Angin Kencang