- Selokan Mataram dan Van der Wick di Sleman akan ditutup untuk perbaikan
- Petani menolak terhadap kebijakan tersebut
- Bupati Sleman menyiapkan jalan tengah ke depan
SuaraJogja.id - Rencana Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) menutup Selokan Mataram dan Selokan Van der Wijck menuai perhatian serius di Sleman.
Pasalnya, para petani khawatir distribusi air terganggu yang dikhawatirkan bakal berdampak pada sektor pertanian.
Sementara di sisi lain, BBWSSO selaku pengelola menegaskan perbaikan infrastruktur mutlak dilakukan mengingat beberapa kerusakan yang ada.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengaku telah melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan petani.
Ia menekankan bahwa persoalan ini pada dasarnya berangkat dari tujuan yang sama, yaitu memastikan air irigasi tetap lancar.
"Sebenarnya semuanya baik tujuannya, Balai Besar [BBWSSO] selaku institusi yang diberi kewenangan Selokan Mataram akan menjalankan tugasnya untuk masyarakat, petani ya minta jaminan air lancar, terdistribusi dengan baik," kata Harda, dikutip, Rabu (24/9/2025).
"Hanya bagaimana memadukan kepentingan yang sama itu dengan pola tanam yang ada di Sleman melalui para petani, itu aja sebenarnya, tidak ada yang berat," imbuhnya.
Meski begitu, Harda tidak menutup mata terhadap kekhawatiran para petani.
Ia mengingatkan bahwa tahun lalu sebenarnya sudah ada kesepakatan.
Baca Juga: 83 Pejabat Dirotasi Bupati, Harda Kiswaya Akui Tak Segan Ganti yang Dinilai Tak Mampu
Namun kini muncul kerusakan mendesak yang perlu segera ditangani. Sehingga langkah penutupan itu pun menjadi opsi yang sulit dihindari.
Sebagai solusi sementara, Harda menawarkan alternatif berupa penggunaan sumur maupun embung.
Bahkan Pemkab Sleman siap menanggung biaya operasional melalui APBD bila nantinya penggunaan sumur membebani petani.
"Ada [solusi] tak tawani sumur, tak tawani nanti embung, kan balai besar juga menawarkan sumur. Jadi pada saat ditutup nanti alternatifnya pakai sumur. Hanya nanti kalau operasional tinggi pakai APBD melalui dinas pertanian," ungkapnya.
Kendati demikian, Bupati mengakui fasilitas sumur yang tersedia saat ini masih terbatas.
Untuk itu, ia menjadwalkan diskusi lanjutan bersama petani dan BBWSSO guna mencari titik temu sebelum rencana penutupan direalisasikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bukan Tanpa Alasan, Ini Penyebab Utama Proyek Pengolahan Sampah di DIY Tertunda
-
Tragedi Daycare Little Aresha: Pemkot Yogya Kerahkan 94 Psikolog
-
Enam Warga DIY Pernah Positif Hantavirus pada 2025, Masyarakat Diminta Tak Panik
-
Lapor Polisi Sejak 2025, Kasus Dugaan Penipuan BPR Danagung di Polda DIY Jalan di Tempat
-
Gandeng YKAKI, Tilem ing Tentrem Berikan Ruang Jeda Penuh Makna bagi Mereka yang Merawat