- Clara Sumarwati, perempuan pertama Asia Tenggara penakluk Everest, meninggal dunia di usia 60 tahun.
- Prestasinya pada 1996 sempat menuai kontroversi di Tanah Air karena minimnya bukti dokumentasi.
- Perjuangan hidupnya diwarnai tekanan mental berat setelah pencapaian bersejarah tersebut.
Sejumlah pihak mempertanyakan keabsahan pendakiannya karena minimnya bukti foto atau video di puncak. Polemik ini menjadi bola salju yang memberikan tekanan psikologis luar biasa kepadanya.
Beban berat dari kontroversi tersebut berdampak pada kesehatan mentalnya. Pada tahun 1997, Clara harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) karena depresi berat. Prestasi yang seharusnya menjadi kebanggaan, justru menjadi sumber penderitaan.
Meskipun diwarnai pro dan kontra di dalam negeri, dunia internasional tetap mengakui pencapaiannya. Namanya tercatat dalam buku "Everest" karya Walt Unsworth dan diakui sebagai penakluk Everest ke-836.
Kini, Sang Srikandi Everest telah pergi untuk selamanya, meninggalkan warisan tentang perjuangan, prestasi, dan tragedi seorang pahlawan yang sempat terlupakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Lawan Arus di Jalan Yogya-Wates, Dua Sepeda Motor Hantam Avanza: Empat Remaja Tewas
-
Sausu Tambu: Dari Pesisir Menuju Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Berkat Program Desa BRILiaN
-
Kuasa Hukum Sri Purnomo : Bawa Nama Pihak Lain Dalam Replik Tak Ubah Substansi Perkara
-
Aksi Brutal Pemuda di Sleman, Lakukan Pengeroyokan dan Bakar Motor Pakai Kembang Api
-
Soroti Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Gus Hilmy: PBB Harus Hukum Israel!