- Ansyari Lubis jelaskan kemenangan telak dari lawannya Persipal Palu
- PSS bermain lebih agresif sehingga memanfaatkan serangan balik cepat
- Super Elja menang 3-0 dari tuan rumah di Palu
SuaraJogja.id - PSS Sleman kembali menunjukkan ketajaman taktiknya usai meraih kemenangan telak 3-0 atas Persipal Palu dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Gawalise, Minggu (5/10/2025) kemarin.
Di balik kemenangan tersebut, pelatih kepala PSS, Ansyari Lubis, mengungkapkan bahwa bertahan secara disiplin serta serangan balik menjadi senjata utama timnya.
Dalam laga tersebut, PSS tampil agresif di babak pertama dan mampu menguasai permainan dengan baik.
Dua gol bahkan sudah bersarang ke gawang Persipal pada babak pertama.
Namun, tempo pertandingan sedikit berubah selepas turun minum ketika Persipal mencoba mengambil inisiatif serangan.
Menanggapi hal itu, Ansyari menegaskan bahwa perubahan permainan di babak kedua bukan karena penurunan performa.
Melainkan bagian dari rencana taktikal yang sudah disiapkan.
"Bukan ada penurunan, ya [babak kedua] tetapi memang Persipal di awal babak kedua langsung menekan. Akhirnya, pemain kita lebih banyak main di daerah sendiri, bertahan. Itu yang kejadiannya," ujar Ansyari.
Menurutnya, PSS sudah mengantisipasi bahwa tim tuan rumah akan tampil lebih menyerang setelah tertinggal di babak pertama.
Baca Juga: Dominasi Total, PSS Sleman Bungkam Persipal di Kandang Lawan: Taktik Jitu Bawa 3 Poin Penuh
Oleh sebab itu, Super Elja memilih memperkuat lini pertahanan sambil menunggu momen tepat untuk melancarkan serangan balik cepat.
"Tetapi, itu juga merupakan salah satu taktikal kita. Kita tahu, tim yang ketinggalan, apalagi tuan rumah, dia pasti keluar menyerang. Nah, kita kuatkan dulu pertahanan, kita lakukan counter [serangan balik]," ungkapnya.
Strategi itu terbukti efektif. PSS mampu mencuri peluang emas melalui transisi cepat dari lini belakang ke depan, yang berujung pada gol ketiga dan mengunci kemenangan di kandang lawan.
"Itu [serangan balik] yang terjadi ketika gol kita yang ketiga," ucapnya.
Pendekatan taktis tersebut menunjukkan kematangan tim dalam membaca situasi permainan.
Bagi Ansyari, kedisiplinan dalam bertahan dan kecermatan memanfaatkan ruang menjadi kunci keberhasilan mereka mengeksekusi rencana tersebut dengan sempurna.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
"Nyaman Bersama Mandiri", Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan
-
Tiga Kampus Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Satgas Seharusnya Tak Sekadar Formalitas
-
Tegas! UAD Berhentikan Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di Lokasi KKN
-
Dugaan Warga Sleman Jadi Korban Mafia Tanah, Kantor Pertanahan Ungkap Temuan Ini
-
Unisa Yogyakarta Raih Penghargaan JBBA 2026 di Klaster Pendidikan