- Penutupan Selokan Mataram dan Van der Wijck dilakukan lima tahun sekali
- Harda Kiswaya menyebutkan penutupan itu untuk perbaikan dan juga pemeliharaan
- Petani diingatkan tak mudah termakan berita palsu terkait penutupan Selokan Mataram
SuaraJogja.id - Bupati Sleman Harda Kiswaya memastikan penutupan aliran air Selokan Mataram dan Selokan Van Der Wijck untuk rehabilitasi hanya akan dilakukan setiap lima tahun sekali.
Sementara pemeliharaan tahunan tak memerlukan penutupan total.
"Rehabilitasi perbaikan selokan disepakati dengan petani setiap lima tahun sekali aliran air benar-benar dihentikan. Sementara untuk pemeliharaan tahunan tidak perlu penutupan total, cukup dengan memperkecil debit air," kata Harda dikutip, Selasa (7/10/2025).
Dalam kesempatan ini, Harda menekankan pentingnya komunikasi antar pihak yakni petani dengan pemerintah.
Sehingga tidak ada kesalahpahaman yang berkembang liar terkait rehabilitasi atau pemeliharaan apapun ketika akan dilakukan.
Ia turut menyoroti pemanfaatan air selokan yang kini kemudian mulai beralih.
Tak hanya digunakan untuk pertanian tapi berkembang pada sektor perikanan.
Pihaknya tidak memungkiri bahwa kebutuhan ekonomi mendesak masyarakat sekitar melakukan hal itu.
Harda hanya mengingatkan untuk tetap memerhatikan manajemen pemanfaatan air yang jelas sehingga pasokan air untuk pertanian tak terganggu.
Baca Juga: Dana Pusat Menyusut, Yogyakarta Pangkas Anggaran: Proyek Jalan dan Gedung Terancam Mandek
"Jika selokan ditutup, biaya tinggi tentu menjadi tanggung jawab pemerintah. Kami siapkan alternatif, termasuk kemungkinan 2 sampai 3 sumur dalam di setiap titik sesuai kebutuhan," ungkapnya.
Harda mengungkap bahwa Pemkab Sleman berencana untuk membangun embung di kawasan Sleman barat tepatnya di Moyudan serta Turi.
"Nanti air buangan dari perikanan yang lewat selatan akan kita arahkan ke embung. Rencananya tahun 2026 ada pembangunan tiga embung. Masing-masing satu di Moyudan dan dua di Turi. Saat ini masih dalam proses perizinan," tuturnya.
Ada pula opsi sumur dalam yang bakal disiapkan sebagai cadangan sumber air bagi petani.
Namun, pembangunan sumur masih akan disesuaikan dengan hasil analisa teknis di lapangan.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Sleman, Rofiq Andrianto, menuturkan penutupan selokan selama satu bulan dapat berdampak ke sekitar 2.300 hektare lahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Respons Gibran Terkait Ijazah Dinilai Menyesatkan, Kuliah S1 Tak Otomatis Buktikan Tamat SMA
- Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya
Pilihan
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
Terkini
-
66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh
-
BRI Peduli Perkuat Infrastruktur Desa di Cianjur, Jembatan Gantung Bantu Mobilitas 7.000 Warga
-
Daya Beli Warga Jogja Turun, Pedagang Terpaksa Pangkas Dagangan
-
Wacana Gaji ASN Dibayar Kopdes Bikin Geger, Pemda DIY Pusing, DPRD Sebut Tak Masuk Akal
-
BRI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan