- SPPG Margomulyo beroperasi sebelum kantongi SLHS atas penugasan BGN demi percepatan program MBG.
- Meski belum bersertifikat, seluruh proses produksi sudah sesuai standar higiene dan sanitasi resmi.
- Dari 66 SPPG di Sleman, belum satu pun kantongi SLHS; Dinkes dorong percepatan sertifikasi dan pelatihan.
SuaraJogja.id - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo, Seyegan, Sleman, mengakui telah lebih dulu beroperasi sebelum mengantongi Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).
Meski begitu, pihak pengelola menegaskan seluruh prosedur operasional telah dijalankan sesuai standar resmi sejak awal.
Kepala SPPG Margomulyo Seyegan, Joni Prasetyo, menuturkan bahwa keputusan untuk mulai beroperasi lebih awal diambil menyusul adanya kepercayaan dan penugasan langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Langkah itu diambil demi mendukung percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah khususnya di wilayah Seyegan, Sleman.
"SPPG Margomulyo memang sudah mulai beroperasi sebelum secara resmi memiliki Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS). Hal ini dilakukan karena adanya kepercayaan dan penugasan langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Seyegan," kata Joni, saat dikonfirmasi, Rabu (8/10/2025).
Menurut Joni, meskipun belum bersertifikat secara administratif, seluruh proses produksi makanan di dapur MBG Margomulyo sudah mengikuti protokol kebersihan dan keamanan pangan sebagaimana yang disyaratkan dalam SLHS.
Setiap tahap produksi, mulai dari persiapan bahan, pengolahan, hingga distribusi, diklaim telah dijalankan dengan pengawasan ketat.
"Namun sejak awal, kami tetap menjalankan seluruh prosedur sesuai standar SLHS. Mulai dari kebersihan dapur, alur produksi, hingga pengawasan mutu pangan," ucapnya.
"Jadi meskipun sertifikatnya masih dalam proses, standar operasional dan pengawasan tetap mengikuti pedoman resmi dari BGN," imbuhnya.
Baca Juga: DIY Genjot Sertifikasi Dapur MBG: Cegah Keracunan Massal, Prioritaskan Kesehatan Anak
Disampaikan Joni, saat ini proses pemenuhan administrasi dan sertifikasi SLHS tengah berjalan. Ia memastikan bahwa seluruh dokumen dan persyaratan teknis sedang dilengkapi.
Hal itu sebagai upaya mempertegas lagi komitmen dapur MBG Margomulyo dapat dikatakan memenuhi kriteria laik hygiene dan sanitasi.
"Kini proses pemenuhan administrasi dan sertifikasi tersebut juga sedang kami lengkapi agar secara legal dan teknis semuanya terpenuhi dengan baik," ungkapnya.
Ia mengakui bahwa pembuatan SLHS memang tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan melalui tahapan sosialisasi, pembinaan, hingga evaluasi oleh pihak terkait seperti Dinas Kesehatan setempat.
Oleh sebab itu, Joni menegaskan bahwa SPPG Margomulyo tetap akan berfokus menjaga mutu dan kebersihan sembari menunggu sertifikasi resmi diterbitkan.
"Sudah [ada sosialisasi sebelumnya], untuk SLHS memang dibutuhkan tahapan dalam pembuatannya," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi