Muhammad Ilham Baktora
Jum'at, 10 Oktober 2025 | 19:42 WIB
Pengunjung melihat karya dalam YKW 2025 di Sonobudoyo Yogyakarta, Jumat (10/10/2025). [Kontributor/Putu]
Baca 10 detik
  • Kebijakan pemangkasan anggaran dialami juga oleh para seniman komik
  • Komunitas seniman komik di Jogja menggelar pameran berisi kritikan ke pemerintah
  • Ruang publik tertutup sehingga seniman tak leluasa

Namun ia menekankan ekosistem seni di Yogyakarta memiliki daya hidup yang khas dan tidak mudah tumbang.

"Komik menjadi jembatan yang efisien untuk merawat ingatan dan mengajarkan nilai budaya dengan cara yang dekat dan menyenangkan. Alhamdulillah, Yogyakarta ini istimewa. Komunitas seni dan budaya di sini tumbuh secara organik. Kami hanya memperkuat dari sisi dukungan," tandasnya.

Dian menegaskan pihaknya terus berupaya menjaga ruang bagi seniman agar tetap dapat berekspresi meski di tengah efisiensi.

"Kami punya aset yang bisa dipakai bersama, kami fasilitasi kegiatan, kami dorong kerja sama lintas komunitas. Substansi tidak boleh hilang hanya karena dana berkurang," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More