- Kasus kekerasan atau bullying masih terjadi di sejumlah sekolah
- Sejumlah guru di Bantul dibekali pembinaan untuk mencegah kasus tersebut
- Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih berharap tiap guru memiliki jiwa Satriya selama mendidik muridnya
SuaraJogja.id - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, memberikan pembinaan kepada ribuan guru dan tenaga kependidikan jenjang SD dan SMP.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran para pendidik dalam mencegah tindak kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah.
Kepala Disdikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto, mengatakan bahwa pembinaan ini menjadi langkah penting untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik.
"Kekerasan dan perundungan merupakan fenomena nasional yang harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama tenaga pendidik," ujarnya, Minggu (12/10/2025).
Ia menegaskan, sekolah harus menjadi tempat yang ramah anak dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Dengan demikian, para siswa dapat tumbuh dan belajar dengan tenang tanpa rasa takut atau tekanan dari teman sebaya maupun lingkungan sekolah.
Selain pembinaan, kegiatan tersebut juga disertai dengan sosialisasi Senam Anak Indonesia Hebat, program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mendukung penerapan tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memberikan apresiasi atas dedikasi para pendidik dan tenaga kependidikan yang telah berkontribusi besar dalam kemajuan dunia pendidikan di Bantul.
Ia menyebut bahwa komitmen tersebut turut mendukung terwujudnya Bantul sebagai Kabupaten Layak Anak, yang pada tahun 2025 berhasil meraih penghargaan kategori utama.
Baca Juga: Target Ambisius Bantul, Kemiskinan Bakal Hilang di 2026, Ini Strateginya
"Kami tidak ingin ada kekerasan ataupun perundungan terhadap anak-anak di Bantul. Ini adalah tanggung jawab bersama, khususnya bagi para pendidik," tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati mengajak para guru untuk menanamkan nilai-nilai Satriya kepada siswa agar mereka berkembang menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, emosional, sosial, dan spiritual.
Ia berharap, kegiatan pembinaan ini dapat meningkatkan kesadaran dan komitmen para pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan dan perundungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Niat ke SPBU Berujung Maut, Pemotor 18 Tahun Tewas Tertabrak Bus di Temon Kulon Progo
-
Garin Nugroho Singgung Peran Pemerintah: Film Laris, Ekosistemnya Timpang
-
Soal Rehabilitasi Lahan Pascabencana di Sumatra, Kemenhut Butuh Waktu Lebih dari 5 Tahun
-
Rotasi Sejumlah Pejabat Utama di Polda DIY, Ini Daftarnya
-
Sampah Organik Milik Warga Kota Jogja Kini Diambil Petugas DLH, Simak Jadwalnya