- Pasar Godean lagi-lagi batal digunakan oleh pedagang sesuai waktu yang ditentukan
- Harusnya tanggal 15 Oktober 2025 pasar sudah bisa digunakan
- Hal teknis berupa talang bocor dll menjadi alasan mundurnya penggunaan Pasar Godean
SuaraJogja.id - Rencana pemindahan pedagang ke Pasar Godean kembali mundur dari target semula pertengahan Oktober 2025.
Penundaan relokasi ini disebabkan masih ada perbaikan dan penyempurnaan teknis di lapangan.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Disperindag Sleman Aris Herbandang mengatakan bahwa secara umum proses penataan pedagang sebenarnya telah rampung.
Adapun awalnya target relokasi itu sudah dilakukan pada 15 Oktober 2025 mendatang.
"Jadi kami kemarin menargetkan 15 [Oktober]. Kondisinya sudah ada yang siap ada yang enggak, kalau kami enggak ada target itu lagi nanti kan bisa kemana-mana nih, patokan lah, ancer-ancer kapan sebetulnya," kata Bandang kepada wartawan, dikutip Selasa (14/10/2025).
Dia memastikan mundurnya relokasi ini sudah sesuai dengan kesepakatan bersama para pedagang.
"Ini udah kesepakatan dengan pedagang bahwa untuk tanggal 15 ini ada beberapa tempat yang perlu disempurnakan. Makanya sepakat sama pedagang untuk mencari hari baik lagi untuk tanggalnya," imbuhnya.
Disampaikan Bandang, ada beberapa hal teknis yang perlu disempurnakan sebelum pasar benar-benar digunakan.
Terutama perbaikan talang air di bagian atap gedung beberapa kios yang masih bocor.
Baca Juga: Menara Kopi Mati Suri: PKL Eks TKP ABA Terancam Gulung Tikar, Pemerintah Diduga Cuek
"Kalau misalnya talang itu tidak baik bocor, jadi langsung kena dagangan trocoh. Makanya kita kondisikan dulu itu," ujarnya.
Ia menegaskan target perbaikan talang dan fasilitas pendukung lainnya akan dilakukan secepatnya.
Namun hingga kini, pihaknya belum bisa memastikan tanggal pasti kepindahan para pedagang.
"Belum tahu. Itu [target 29 Oktober] sebetulnya untuk kami, nanti untuk kapannya, kami mau menghadap pak bupati lagi, ketika pak bupati clear semua baru akan menetapkan tanggal," ungkap dia.
Meski sempat beberapa kali mundur, Bandang memastikan pemerintah tetap menargetkan relokasi dilakukan tahun ini.
"Kita upayakan [relokasi pedagang] di tahun 2025, harus di tahun 2025," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Duh! Nekat Gondol Gamelan di Kota Jogja, Polisi Tangkap Seorang Lansia Tuna Wisma
-
Niat Perkuat Modal Usaha Berujung Petaka, Nasabah BPR Danagung Jogja Diduga Tertipu hingga Bangkrut
-
ASN Jogja Jangan Coba-coba Keluyuran Saat WFH, Absen Kini Dipelototi Pakai GPS!
-
Awas! Balita Paling Rentan, Dinkes Kota Jogja Catat 110 Kasus Pneumonia Awal 2026