- Menteri Raja Juli Antoni mengaku gugup pidato di depan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di UGM.
- Di tengah pidatonya, Raja Juli menyentil isu ijazah saat perkenalkan Wamenhut Rohmat Marzuki.
- Raja Juli memuji Jokowi sebagai alumnus Kehutanan UGM yang berhasil merawat hutan dan Indonesia.
SuaraJogja.id - Suasana formal dalam Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) mendadak pecah oleh gelak tawa.
Momen tersebut terjadi saat Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, melontarkan celetukan cerdas yang menyentil isu sensitif di hadapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Acara yang berlangsung pada Jumat (17/10/2025) pagi itu turut dihadiri Rektor UGM dan ratusan civitas akademika.
Sejak awal, Raja Juli sudah berhasil mencairkan suasana dengan mengakui kegugupannya berbicara di depan Jokowi, yang notabene adalah seniornya di fakultas tersebut.
"Yang sama-sama kita hormati, kita banggakan, kita cintai, Bapak Presiden Republik Indonesia ke-7 Joko Widodo. Saya dapat konfirmasi dari staf saya Pak Jokowi akan datang, pasti datang hari ini. Sejak itu perut saya mules," kata Raja Juli yang langsung disambut tawa riuh dari para tamu undangan.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu bahkan menceritakan kepanikannya saat mempersiapkan materi pidato. Kegelisahannya justru membuat slide presentasinya menjadi kurang maksimal.
"Sampai jam 11 malam saya bilang coba diperbaiki lagi slide saya segala macam, tapi karena buru-buru nampaknya malah lebih jelek dari aslinya," lanjutnya, kembali mengundang tawa hadirin.
Namun, puncak dari pidatonya yang paling menyita perhatian adalah saat ia memperkenalkan jajaran pejabat Kementerian Kehutanan yang merupakan alumnus Fakultas Kehutanan UGM.
Ketika tiba giliran memperkenalkan Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, Raja Juli melontarkan kalimat yang seolah menyindir isu ijazah Jokowi yang pernah ramai diperdebatkan publik.
Baca Juga: Radiasi Cesium-137 di Cikande Bisa Bertahan 30 Tahun, Pakar Ingatkan Bahayanya
Tanpa menyebut nama Jokowi secara langsung dalam konteks ijazah, Raja Juli dengan lihai menggunakan momen itu untuk memberikan penegasan.
"Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki ini alhamdulillah ini alumni Fakultas Kehutanan UGM yang insya allah ijazahnya asli, sampai ada orang jahat yang akan menggugat," ucapnya.
Sontak, celetukan tersebut disambut gelak tawa yang lebih keras dan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin, termasuk Jokowi yang terlihat tersenyum dari kursinya.
Setelah ‘sentilan’ cerdas itu, Raja Juli kemudian melanjutkan dengan menampilkan deretan foto alumni Fakultas Kehutanan UGM yang kini menduduki posisi strategis di kementeriannya. Ia menyebut satu per satu nama besar seperti Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko (angkatan 1990), Dirjen PDAS-RH Dyah Murtiningsih (angkatan 1987), hingga Dirjen Gakkum Dwi Januanto Nugroho (angkatan 1994).
Sebagai penutup pidatonya, Raja Juli memberikan penghormatan khusus kepada Jokowi sebagai alumnus paling sukses dari fakultas tersebut.
"Last but not least, ini dia Bapak Presiden RI ke-7, Bapak Joko Widodo, angkatan 1980. Tidak hanya berhasil merawat hutan tapi juga insyaallah berhasil merawat Indonesia kita," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Polda DIY Periksa Lima Saksi dalam Kasus Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan
-
Diduga Terpeleset saat Tunggu Sunrise, Dua Remaja Tewas Tenggelam di Embung Kaliaji
-
Sentilan Sri Sultan HB X di Forum Jawa-Bali: Pusat Hanya Beri Teori Makro, Daerah Harus Mandiri
-
Balita 3 Tahun Tewas Diduga Korban Malapraktik RSUD Prambanan, Proses Hukum Seret Nama Direktur
-
Tangisan Haru Pengemudi! Bentor di Jogja Dimusnahkan dan Diganti Becak Listrik