- Polda DIY mengupayakan restorative justice untuk kasus ditangkapnya mahasiswa UNY
- Perdana Arie yang ditangkap diduga melakukan upaya perusakan Polda DIY saat demo DPR lalu
- Rekaman CCTV mengungkap bagaimana Perdana Arie melakukan upaya tersebut
SuaraJogja.id - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) membuka kemungkinan adanya upaya restorative justice dalam kasus dugaan perusakan fasilitas umum yang melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Perdana Arie Veriasa (PA).
Diketahui Perdana Arie merupakan staf Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNY yang ditangkap polisi usai diduga terlibat dalam aksi perusakan di Polda DIY saat aksi massa pada Agustus lalu.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Ihsan mengatakan, saat ini PA sudah ditahan dan berkas perkaranya segera dikoordinasikan dengan kejaksaan untuk tahap selanjutnya.
"Terkait saudara PA ya, saat ini masih berproses di Krimum, sudah kami tahan, dan secepatnya akan kami koordinasikan lagi dengan kejaksaan untuk tahap 2-nya," kata Ihsan kepada wartawan, Rabu (22/10/2025).
Disampaikan Ihsan, jika pihak PA maupun kuasa hukumnya ingin menempuh jalur damai atau restorative justice, hal itu sepenuhnya merupakan hak mereka.
"Ya pastinya itu kan juga menjadi haknya, silakan kalau memang ada upaya-upaya seperti itu. Intinya nanti penyidik yang menentukan seperti apa," ucapnya.
Menurutnya, keputusan terkait kemungkinan adanya penyelesaian di luar pengadilan tetap berada di tangan penyidik yang menangani perkara.
Polda DIY memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan prosedur dan prinsip hukum yang berlaku.
Adapun Perdana Arie sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka sekitar satu bulan lalu.
Baca Juga: 'Aksi Kami Kem-Arie': Mahasiswa Ilmu Sejarah UNY Turun Tangan Bela Rekan yang Dikriminalisasi
Ihsan bilang, salah satu bukti yang digunakan dalam penyidikan adalah rekaman video CCTV yang memperlihatkan aksi dugaan pembakaran fasilitas saat demo di Mapolda DIY.
"Ya, salah satunya itu. Salah satunya video terkait dugaan pembakaran ya," tandasnya.
Terkait penangkapan PA yang disebut melibatkan banyak anggota kepolisian, Ihsan menilai langkah tersebut sudah sesuai prosedur.
Menurutnya, sejauh ini tidak ada keberatan dari pihak kuasa hukum maupun praperadilan yang diajukan.
Ia menegaskan, proses hukum terhadap PA berjalan normal dan transparan.
Polda DIY juga memastikan hak-hak tersangka, termasuk pendampingan hukum, telah dipenuhi sejak awal penangkapan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais