- Pemkab Gunungkidul belum berencana membangun fasilitas rusunawa baru
- Hal itu perlu kajian lagi termasuk melihat kemampuan warga menyewa rusunawa
- Namun Pemkab sudah membuat harga sewa rusunawa sangat terjangkau
SuaraJogja.id - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul menegaskan belum berencana menambah fasilitas Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di wilayah Bumi Handayani.
Keputusan ini diambil karena pemanfaatan Rusunawa Karangrejek yang berlokasi di Kapanewon Wonosari dinilai masih belum maksimal.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin tergesa-gesa dalam menambah rusunawa baru.
Ia menjelaskan, Rusunawa Karangrejek yang telah beroperasi sejak tahun 2017 masih memiliki kapasitas cukup besar dan dapat dioptimalkan.
"Fasilitas rusunawa ini merupakan solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan hunian layak. Namun, karena tingkat hunian Rusunawa Karangrejek masih belum penuh, kami belum berencana membangun rusunawa baru," jelas Rakhmadian, dikutip dari Harianjogja.com, Minggu (26/10/2025).
Ia menambahkan, rencana pembangunan rusunawa baru harus melalui kajian mendalam, termasuk analisis kebutuhan masyarakat serta evaluasi pengelolaan fasilitas yang sudah ada.
Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Air Limbah, Air Minum, dan Rumah Susun DPUPRKP Gunungkidul, Widayat, menjelaskan bahwa Rusunawa Karangrejek memiliki total 196 kamar yang disewakan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Meski demikian, hingga saat ini belum seluruhnya terisi penuh.
"Jumlah penghuni memang fluktuatif, ada yang masuk dan keluar. Saat ini sekitar 100 kamar sudah ditempati," ujarnya.
Menurut Widayat, tarif sewa di Rusunawa Karangrejek tergolong sangat terjangkau.
Baca Juga: Petani Gunungkidul Sumringah, Pupuk Subsidi Lebih Murah, Pemkab Tetap Lakukan Pengawasan
Untuk lantai satu yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, biaya sewanya sebesar Rp125.000 per bulan.
Adapun tarif untuk lantai dua sebesar Rp270.000, lantai tiga Rp245.000, lantai empat Rp195.000, dan lantai lima Rp170.000 per bulan.
"Kami rutin melakukan pemeliharaan agar kondisi bangunan tetap layak huni," tambahnya.
Calon penghuni Rusunawa Karangrejek wajib memiliki KTP Gunungkidul dan melengkapi dokumen administrasi, seperti SKCK terbaru, fotokopi akta nikah, surat cerai atau akta kematian, dua pas foto ukuran 4x6, surat keterangan sehat dari puskesmas, serta formulir pendaftaran yang telah disetujui panewu dan lurah sesuai domisili.
"Semua persyaratan wajib dipenuhi agar penyewa sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan," tegas Widayat.
Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui DPUPRKP masih akan fokus pada optimalisasi Rusunawa Karangrejek sebelum merencanakan pembangunan rusunawa baru di masa mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
APBD DIY Dihantam Krisis, 67 Persen Bergantung Dana Transfer, Pemda Terpaksa Pangkas Anggaran
-
Cuaca Panas Ekstrem Ancam Kesehatan Anak, Dokter Ingatkan Risiko Heat Stroke
-
Mahasiswa Jogja Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Penghentian MBG dan Kopdes yang Mubazir
-
Naga Sembilan Rebut Piala IHR Paku Alam 2026, Pesta Karnaval dan Inul Daratista Hibur Pengunjung
-
Rupiah Melemah, Bantul Berburu Dolar Wisatawan Asing