- Pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen dan Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo menunjukkan progres signifikan, memperkuat konektivitas Jawa.
- Jasa Marga berkomitmen menyelesaikan proyek tepat waktu, menjaga mutu, dan transparan demi pemulihan ekonomi.
- Selain konstruksi, Jasa Marga juga mengembangkan UMK dan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar proyek.
SuaraJogja.id - Pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia terus menunjukkan geliat positif, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dua ruas tol strategis, yakni Tol Yogyakarta-Bawen dan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, kini menjadi sorotan utama dengan progres pengerjaan yang signifikan.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk, sebagai motor penggerak, terus berupaya keras untuk menuntaskan proyek-proyek ini demi memperkuat konektivitas lintas selatan Jawa.
Kehadiran tol-tol ini diharapkan tidak hanya memperlancar arus logistik, tetapi juga mengurai kemacetan parah yang selama ini menjadi momok di jalur nasional penghubung kedua provinsi tersebut.
Data terbaru hingga 17 Oktober 2025 menunjukkan capaian yang impresif. Pada Tol Yogyakarta-Bawen, segmen Ambarawa-Bawen telah mencapai progres 75,46 persen.
Angka ini menandakan bahwa sebagian besar pekerjaan konstruksi di ruas tersebut sudah mendekati tahap akhir.
Sementara itu, Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo menunjukkan performa yang lebih cemerlang, dengan segmen Klaten-Purwomartani mencatat progres 88,88 persen.
"Progres Jalan Tol Yogyakarta-Bawen segmen Ambarawa-Bawen 75,46 persen. Lalu Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo segmen Klaten-Purwomartani 88,88 persen," kata Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dalam keterangannya dikutip, Sabtu (1/11/2025).
Pernyataan ini menegaskan komitmen Jasa Marga dalam mempercepat penyelesaian proyek-proyek vital ini.
Baca Juga: Aman & Tertib? Polda DIY Klaim 18 Unjuk Rasa di Oktober Berjalan Lancar, Ini Faktanya
Selain dua ruas tol di Jateng dan DIY, Jasa Marga juga mencatat progres solid pada sejumlah ruas prioritas lainnya.
Di antaranya, Ruas Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi segmen Gending-Kraksaan yang mencapai 98,10 persen, segmen Kraksaan-Paiton sudah 100,00 persen, serta segmen Paiton-Besuki 87,19 persen.
Kemudian, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan segmen Bojongmangu-Sadang mencapai 90,83 persen, dan Jalan Tol Akses Patimban yang saat ini dalam tahap pembebasan lahan 91,09 persen.
Angka-angka ini menunjukkan bahwa Jasa Marga tidak hanya fokus pada satu atau dua proyek, melainkan secara komprehensif menggarap berbagai infrastruktur penting di seluruh Indonesia.
Rivan A. Purwantono menegaskan bahwa perseroan berkomitmen penuh untuk menuntaskan seluruh proyek jalan tol strategis ini. Tujuannya jelas, yaitu meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendorong pemulihan ekonomi nasional.
"Jasa Marga berkomitmen menyelesaikan proyek dengan mutu sesuai standar dan tepat waktu, mengelola risiko lebih baik, mempercepat pengambilan keputusan di lapangan, dan menjaga transparansi kepada pemangku kepentingan," tegasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY
-
Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
-
Maestro Seni Rupa Nasirun Wafat, Rencana Pameran pun Batal
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Kian Perkuat Ekonomi Kerakyatan