- Sekitar 7.100 penerima bansos di DIY diduga terlibat judi online berdasarkan analisis PPATK.
- Dinsos DIY masih memverifikasi data agar tak gegabah mencoret nama penerima bantuan sosial.
- Pemerintah menegaskan bansos tetap disalurkan sambil menunggu hasil verifikasi dan arahan pusat.
SuaraJogja.id - Ironi terjadi di tengah upaya pemerintah membantu masyarakat melalui program bantuan sosial (bansos). Di DIY, sekitar 7.100 penerima bansos justru terindikasi terlibat dalam aktivitas judi online (judol).
Kepala Dinas Sosial (dinsos) DIY, Endang Patmintarsih di Yogyakarta, Selasa (28/10/2025) mengungkapkan data tersebut berasal dari hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Data itu disampaikan ke Kementerian Sosial (Kemensos),lalu diteruskan kepada Pemda DIY.
"Iya, di DIY ada, sekitar tujuh ribuan. Tapi saya belum tahu pasti apakah sudah dicoret atau belum, karena kami juga baru menerima datanya dari Kementerian Sosial," ungkapnya.
Berdasarkan laporan yang diterima, lanjut Endang, hasil analisis PPATK menunjukkan adanya transaksi mencurigakan pada rekening sejumlah penerima bantuan sosial. Uang yang semestinya digunakan untuk kebutuhan pokok dan pengentasan kemiskinan, justru berputar dalam sistem perjudian digital.
Endang menjelaskan data awal yang diterima Dinsos DIY mencatat sekitar 7.100 nama penerima bansos di wilayah ini diduga terlibat dalam aktivitas tersebut. Pihaknya tidak ingin gegabah mengambil keputusan sebelum fakta di lapangan benar-benar terkonfirmasi.
Data itu sedang ditelaah lebih lanjut bersama kabupaten/kota untuk memastikan apakah benar seluruh penerima masih aktif menerima bantuan dari program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
"Datanya sekitar tujuh ribu seratus orang kemarin itu. Tapi belum bisa kami pastikan semuanya. Harus dicek satu per satu dulu," ujarnya.
Endang menambahkan, saat ini penerima bansos di DIY mencapai 221.962 orang. Jumlah itu terdiri dari 32.386 warga Kulonprogo, 65.346 warga Bantul, 55.191 warga Gunung Kidul, 54.804 warga Sleman dan 14.962 warga Kota Yogyakarta.
"Kalau memang benar [ada kasus judol], tentu kami akan mengikuti kebijakan pusat. Kami juga akan memberikan masukan apakah bantuan bagi penerima tersebut perlu diberhentikan," tandasnya.
Baca Juga: Miris, Siswa SMP di Kulon Progo Kecanduan Judi Online, Sampai Nekat Pinjam NIK Bibi untuk Pinjol
Dia menyebut, meski muncul temuan mengejutkan ini, penyaluran bansos di DIY tetap berjalan sesuai jadwal. Pencairan BLT dimulai minggu ini sambil menunggu hasil verifikasi data penerima.
Pemerintah tidak akan serta-merta menghentikan bantuan sebelum memastikan kebenaran data. Namun ia mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan bantuan sosial.
“BLT itu baru mulai minggu ini. Ini kan datanya baru dikonfirmasi semuanya untuk persiapan. Kami masih dalam proses. Kalau memang nanti terbukti digunakan untuk judi online, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai arahan pusat," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Terkini
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh