- Warga Jetisharjo, Yogyakarta, geger setelah menemukan mortir diduga peninggalan Perang Dunia II saat menggali tanah.
- Mortir segera diamankan tim Gegana setelah laporan cepat dari warga dan koordinasi aparat keamanan setempat.
- Penemuan ini menjadi pengingat akan jejak sejarah perang yang masih ada dan pentingnya kewaspadaan masyarakat.
SuaraJogja.id - Warga Jetisharjo, Kelurahan Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta, dikejutkan oleh penemuan benda berbahaya yang diduga mortir peninggalan masa Perang Dunia Kedua.
Insiden ini terjadi pada Senin (3/11/2025) pagi, ketika seorang warga tengah menggali tanah di pekarangan rumahnya. Penemuan ini sontak memicu kekhawatiran dan segera ditangani oleh pihak berwenang, termasuk tim penjinak bom (Gegana).
Komandan Rayon Militer (Danramil) 01/Jetis, Kapten Inf Usep Hairudin, mengkonfirmasi penemuan tersebut.
"Berdasarkan laporan dari babinsa, dilaporkan tadi pagi sekitar jam 7 pagi ada penemuan mortir di sekitaran rumah masyarakat," kata Usep, dikutip, Selasa (4/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa laporan awal diterima dari Babinsa setempat sekitar pukul 07.00 pagi.
Kronologi penemuan berawal sekitar pukul 05.45 pagi, saat warga yang tidak disebutkan namanya itu sedang mencangkul di samping pohon di depan rumahnya.
Tiba-tiba, cangkulnya membentur benda keras. Merasa ada yang tidak biasa, warga tersebut menghentikan aktivitasnya dan mencoba menyingkirkan tanah di sekitarnya.
Betapa terkejutnya ia ketika menyadari bahwa benda yang ditemukannya mirip dengan mortir, sebuah jenis amunisi peledak.
"Jadi masyarakat ini menggali tanah, mungkin hendak mau nanam apa enggak tahu, pas mau menanam tersandung kayak besi gitu, setelah dicongkel ditemukan mortir," ucap Usep.
Baca Juga: Stunting Sleman Turun Jadi 4,2 Persen, Rokok dan Pola Asuh Masih Jadi Musuh Utama
Menyadari potensi bahaya, warga tersebut tidak berani menyentuh atau mengangkat benda itu lebih lanjut. Tindakan sigapnya untuk tidak memindahkan mortir patut diacungi jempol, mengingat risiko ledakan yang sangat tinggi jika benda tersebut masih aktif.
"Mortir itu tidak langsung diangkat, karena takut terjadi ledakan atau apa. Kemudian laporan ke babinsa," imbuhnya.
Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Babinsa yang langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
Setelah memastikan bahwa benda tersebut memang menyerupai mortir, Babinsa melaporkannya kepada Danramil Jetis untuk penanganan lebih lanjut dan koordinasi dengan pihak terkait.
"Kemudian dicek secara fisik ke sana, betul ditemukan [mortir]. Setelah diamankan, betul-betul disentral lokasi penemuan itu," tandas Usep.
Pihak Koramil tidak menunggu lama. Mereka segera berkoordinasi dengan kepolisian dan tim Gegana dari Brimob untuk penanganan profesional. Tim Gegana yang memiliki keahlian khusus dalam menangani bahan peledak segera diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan mortir tersebut.
Berita Terkait
-
Penghormatan Terakhir, Raja Keraton Jogja, Sultan HB X Dijadwalkan Melayat Paku Buwono XIII Besok
-
Gunung Merapi Luncurkan 9 Kali Awan Panas Sejak kemarin, Jarak Terjauh Capai 2,5 Kilometer
-
Dari Kirab Kampung Hingga Pernikahan Anak Presiden: Kisah Sukses Pemuda Jogja Lestarikan Budaya Lewat Prajurit Rakyat
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Rp1.746 Triliun Transaksi Dicetak BRILink Agen, Jadi Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Negeri Kita
-
Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
-
Unik! Malioboro Turunkan Tokoh 'Edan-edanan' untuk Tertibkan Perokok Bandel secara Humanis
-
BRI Sediakan Kemudahan dalam Menerima dan Mengelola Kiriman Dana untuk Keluarga PMI
-
Ekonom UGM Wanti-wanti: Jangan Sampai WFH Demi Hemat BBM 'Bunuh' Warung dan Ojol