- Kejari Sleman kembali memeriksa mantan Bupati Sleman, Sri Purnomo (SP), pada Senin (17/11/2025) sebagai tersangka korupsi dana hibah pariwisata.
- Pemeriksaan lanjutan selama lebih dari tiga jam tersebut bertujuan mendalami materi perkara serta melengkapi berkas penyidikan tersangka Sri Purnomo.
- Saat ini pelimpahan berkas ke penuntut umum belum dilakukan; kejaksaan akan merilis informasi resmi jika terdapat perkembangan tersangka baru.
SuaraJogja.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman kembali memeriksa tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata, Sri Purnomo (SP), pada Senin (17/11/2025) kemarin.
Mantan Bupati Sleman dua periode itu menjalani pemeriksaan lanjutan setelah sebelumnya resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Kepala Kejari Sleman, Bambang Yunianto, mengatakan pihaknya kembali memanggil SP untuk melanjutkan proses penyidikan yang sedang berjalan.
Pemeriksaan kembali SP dilakukan selama lebih kurang tiga jam dengan sejumlah pertanyaan yang dilontarkan oleh penyidik. Usai pemeriksaan, SP lantas dikembalikan lagi untuk dilakukan penahanan.
"Kami telah memanggil dan memeriksa saudara SP yang statusnya sebagai tersangka. Pemeriksaan sebagai tersangka dan 3 jam lebih kurang, beliau diperiksa dengan beberapa pertanyaan," kata Bambang, saat dikonfirmasi, Rabu (19/11/2025).
Bambang menegaskan bahwa agenda tersebut merupakan pemeriksaan lanjutan untuk memperdalam materi perkara.
Ia menyebutkan, pendalaman materi menjadi fokus pemeriksaan kali ini karena masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diklarifikasi.
"Jadi pemeriksaan lanjutan dan juga kita memperdalam daripada materinya," ucapnya.
Terkait kemungkinan munculnya tersangka baru, Bambang mengatakan saat ini pemeriksaan masih diarahkan untuk melengkapi berkas perkara SP.
Baca Juga: Kabel Semrawut Bikin Jengkel, Pemkab Sleman Ancam Stop Izin Tiang Baru dari Provider
"Pemeriksaan lanjutan ini kaitannya saat ini ya untuk kelengkapan berkas perkara, dan adapun untuk penetapan seperti apa nanti ditunggu rilisnya berikut," tuturnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa kejaksaan pasti akan mengumumkan jika ada perkembangan yang mengarah ke tersangka lain.
"Nanti pasti dirilis kalau ada yang sifatnya perkembangan yang mengarah kepada penetapan tersangka yang lain. Ya pasal 55 yang lain berarti kan begitu," ujarnya.
Terkait pelimpahan berkas ke penuntut umum, ia menyampaikan proses itu belum dilakukan. Pihaknya masih melengkapi beberapa berkas lagi.
Saat ditanya apakah ada temuan baru yang mengarah pada tersangka lain, Bambang bilang hal itu masih masuk dalam materi penyidikan dan belum dapat dibuka untuk publik.
"Sebenarnya itu masuk kepada materi penyidikan. Tapi pada prinsipnya kami juga pasti nantinya pasti akan merilis siapa yang menjadi tersangka lainnya," tegasnya.
Ia menegaskan bahwa proses penyidikan dilakukan sesuai SOP demi memastikan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan.
Disinggung mengenai aliran dana yang diduga diterima SP, Bambang enggan berkomentar lebih lanjut. Ia meminta masyarakat menunggu proses persidangan.
"Nanti saja tunggu di persidangan. Nanti kan didakwakan, pasti nanti semua tergambar seperti apa kasusnya, terus modusnya seperti apa. Pasti nanti kita akan menjelaskan," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Donny Warmerdam Dipastikan Masuk DSP PSIM Yogyakarta saat Hadapi Bali United
-
Warga Jogja War Penukaran Uang Baru, Rela Antre Online demi THR Lebaran
-
Diskresi atau Pidana? Saksi Ahli Buka Fakta Baru di Kasus Hibah Pariwisata Sleman
-
Waspada Link Undangan Palsu, APK Berbahaya Curi OTP dan Data
-
Singgung Prabowo Trah Sultan HB II, Tuntut Pengembalian Aset Jarahan Geger Sepehi 1812 dari Inggris