- YouTube FUSE BOX merangkum delapan mobil bekas andal di bawah Rp100 juta, fokus pada kemudahan perawatan dan harga suku cadang.
- Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia direkomendasikan karena suku cadang melimpah, meskipun Xenia kurang nyaman dibanding Ertiga.
- Opsi lain mencakup SUV tangguh seperti Rush/Terios dan hatchback irit seperti Honda Jazz, Yaris, serta LCGC Agya/Ayla.
SuaraJogja.id - Membeli mobil bekas, apalagi dengan budget terbatas di bawah Rp100 juta, seringkali membuat was-was.
Bayang-bayang mendapatkan unit "penyakitan" yang justru menguras tabungan untuk biaya perbaikan menjadi momok terbesar. Namun, ketakutan itu bisa diatasi dengan memilih mobil yang tepat.
Memilih mobil bekas yang andal dan minim masalah adalah kunci agar tidak 'boncos'. Kanal YouTube FUSE BOX telah merangkum delapan model mobil yang terbukti tangguh, mudah dirawat, dan ramah di kantong, menjadikannya pilihan cerdas terutama bagi mereka yang baru pertama kali membeli mobil.
Duet Maut MPV: Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia
Jika Anda mencari pilihan paling aman, Toyota Avanza (2005-2014) adalah jawabannya. Mobil ini mendapat julukan "anti-badai, anti-mogok, anti-overheat," sebuah jaminan bagi mereka yang tidak ingin pusing dengan urusan bengkel.
Keunggulan utamanya adalah ketersediaan suku cadang yang melimpah ruah, mulai dari original hingga aftermarket.
Hal ini menjadikan Avanza sebagai mobil yang paling murah untuk dirawat di kelasnya. Dengan harga pasaran untuk generasi awal di bawah Rp60 juta dan model 2012-2014 sekitar Rp90-100 jutaan, Avanza menawarkan ketenangan pikiran yang tak ternilai.
Kembarannya, Daihatsu Xenia, juga menawarkan keuntungan serupa, di mana "semua serba murah dan mudah dirawat".
Namun, perlu diakui bahwa Xenia memiliki beberapa kompromi, terutama soal kenyamanan. Mobil ini dikenal memiliki peredaman kabin yang buruk, bahkan suara hujan bisa terdengar sangat jelas di dalam.
Baca Juga: DANA Kaget Spesial Warga Jogja: Awal Pekan Istimewa, Rebutan Rp99 Ribu Bikin Hati Senang!
Pilihan Lain di Kelas MPV dan SUV
Bagi yang memprioritaskan kenyamanan keluarga, Suzuki Ertiga (2012-2014) layak dipertimbangkan. MPV tujuh penumpang ini menawarkan pengalaman berkendara yang jauh lebih nyaman dibandingkan duet Avanza-Xenia.
Mesin 1.4L yang halus dan irit, dipadu suspensi yang lebih empuk serta interior yang terasa lebih premium, menjadi nilai jual utamanya. Kekurangannya hanya satu, resale value atau harga jual kembalinya tidak sekuat Avanza.
Jika Anda butuh mobil yang lebih tangguh untuk berbagai medan, Toyota Rush atau Daihatsu Terios generasi awal (mulai 2007) bisa menjadi pilihan.
Meski dijuluki 'Gerobak' karena suspensinya yang keras, mesinnya sangat bandel dan mudah diservis. Berkat sistem penggerak roda belakang (RWD) dan ground clearance tinggi, mobil ini andal diajak menanjak. Namun, konsekuensinya adalah mobil terasa cukup limbong saat bermanuver.
Jagoan Kota: Hatchback dan LCGC Irit
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
BRI Pecah Rekor, Kinerja Transaction Banking Meroket hingga Desember 2025
-
Sleman Dikepung Pohon Tumbang dan Kerusakan Rumah Akibat Angin Kencang
-
10 Pemain Tak Masalah, PSIM Yogyakarta Tak Tertembus Semen Padang
-
Disebut Zalim dan Salah Kamar: Pakar Hukum Sindir Jaksa Perlu Kuliah Lagi dalam Perkara Sri Purnomo
-
Pakar Hukum UI Sebut Kasus Dana Hibah Pariwisata Tidak Bisa Jerat Sri Purnomo, Ini Penjelasannya