- Azka Primadi, penyintas epilepsi dari Sleman, berhasil bebas kejang dan obat setelah operasi pada 2007 di Semarang.
- Layanan kesehatan epilepsi masih terbatas, ditandai dengan kesulitan diagnosis awal dan adanya stigma sosial masyarakat.
- Penanganan tepat perlu identifikasi tipe kejang; pada kasus kebal obat, operasi saraf dapat menjadi opsi pengobatan.
Hal serupa terulang saat kuliah dan bekerja. Banyak orang ingin menolong, tetapi tidak tahu caranya. Ada rekan kerja yang menahan tubuhnya saat kejang agar tidak terbentur, tanpa sadar tindakan itu justru berbahaya.
Ketidaktahuan ini membuat penderita epilepsi sering dianggap menakutkan, lemah, atau tidak mampu menjalani hidup normal. Padahal, banyak dari mereka hanya membutuhkan pemahaman sederhana.
"Mereka niatnya baik, tapi tidak tahu. Padahal biarkan saja pasien kejang, namun singkirkan dia dari benda berbahaya dan dibiarkan hingga kejang mereda," jelasnya.
Sementara dokter spesialis saraf RSUP Dr Sardjito, Elisabeth Siti Herini, mengungkapkan penanganan kejang secara cepat dan tepat perlu dilakukan sejak fase awal. Hal itu penting untuk mencegah kerusakan otak yang lebih luas.
"Juga meningkatkan peluang kontrol kejang pada anak dengan epilepsi," paparnya.
Elisabeth mengungkapkan, dari sisi neurologis, kejang terjadi akibat aktivitas saraf yang tidak terkendali di otak. Jika aktivitas tersebut melibatkan kedua belahan otak, kondisi itu disebut kejang umum atau kejang general sedangkan jika hanya melibatkan satu hemisfer atau area tertentu, disebut kejang fokal.
"Kejang demam justru lebih ringan dibandingkan epilepsi. Biasanya setelah usia lima tahun, kejang demam akan berhenti," paparnya.
Karenanya identifikasi tipe kejang yang tepat perlu dilakukan. Sebab pemilihan obat sangat bergantung pada apakah kejang bersifat general atau fokal.
Peran orang tua yang merekam kejadian kejang sangat membantu dokter dalam menentukan jenis kejang dan obat yang sesuai. Apalagi tidak semua obat antiepilepsi tersedia melalui BPJS, sehingga penanganan epilepsi kebal obat kerap menjadi tantangan.
Baca Juga: Dishub Sleman Sikat Jip Wisata Merapi: 21 Armada Dilarang Angkut Turis Sebelum Diperbaiki
Pada kasus tertentu, terapi dapat dilanjutkan dengan bedah epilepsi melalui kolaborasi tim bedah saraf.
"Bedah epilepsi dipertimbangkan pada pasien dengan kejang yang sulit terkontrol dan disertai kelainan struktural di otak," paparnya.
Adhitia Budi, Corporate Business Marketing Communication Yayasan Kesehatan Telogorejo, menambahkan edukasi tentang epilepsi perlu dilakukan secara luas. Dengan demikian masyarakat menyadari epilepsi bukan sekadar stigma yang tidak bisa disembuhkan.
"Kami ingin memastikan edukasi, harapan, dan akses terhadap penanganan yang tepat dapat dirasakan oleh lebih banyak keluarga, khususnya mereka yang menghadapi tantangan epilepsi kebal obat," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Pasca Ramai Dugaan Diskriminasi Siswa, Disdikpora DIY Wajibkan Sekolah Sediakan Ruang Belajar Agama
-
Usai Menang Praperadilan, Raudi Akmal Terlihat Langsung Turun ke Masyarakat
-
Kisah Rosidah di Sumenep, UMKM Gula Merah Tumbuh Pesat Setelah Memanfaatkan KUR BRI
-
Gawat! DIY Tak Punya Anggaran Dropping Air, Empat Kabupaten Sudah Alami Kekeringan
-
Tegas! 17 SPPG di DIY Ditutup, Buntut Kasus Keracunan hingga Masalah Izin