- SPPG Margomulyo Seyegan libur operasional dan hentikan distribusi MBG dari 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.
- Kepala SPPG menyatakan distribusi MBG akan aktif kembali mulai 5 Januari 2026 mengikuti jadwal sekolah.
- Dinas Pendidikan Sleman menetapkan libur semester gasal sekolah berakhir pada 2 Januari 2026 berdasarkan regulasi daerah.
SuaraJogja.id - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo Seyegan resmi menetapkan libur operasional sementara selama masa libur sekolah akhir tahun sesuai kalender pendidikan nasional.
Kepala SPPG Margomulyo Seyegan, Joni Prasetyo, menyampaikan bahwa operasional SPPG dihentikan mulai 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.
Kebijakan tersebut berdampak pada penghentian sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah selama periode libur berlangsung.
"Selama masa libur sekolah, pendistribusian MBG kami hentikan sementara sambil menunggu arahan lebih lanjut dari Badan Gizi Nasional," kata Joni dikutip, Kamis (18/12/2025).
Disampaikan Joni, penghentian operasional ini merupakan langkah penyesuaian agar pelaksanaan program tetap berjalan efektif dan sesuai sasaran. Seluruh aktivitas pelayanan dan distribusi MBG akan kembali dilaksanakan mulai 5 Januari 2026.
Hal itu mengikuti jadwal masuk sekolah serta kebijakan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.
Joni menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menjaga kualitas layanan dan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi peserta didik.
"Setelah libur sekolah berakhir, kami siap kembali beroperasi dan memastikan distribusi MBG berjalan optimal sesuai standar yang ditetapkan," tambahnya.
SPPG Margomulyo Seyegan turut mengapresiasi dukungan relawan, sekolah, serta seluruh mitra yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan program tersebut di wilayah Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman.
Baca Juga: Menjaga Nada dari Pita: Penjual Kaset Terakhir di Beringharjo yang Bisa Kuliahkan Tiga Anaknya
Sekolah Libur Semester Gasal
Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SMP Dinas Pendidikan Sleman, Supraptiningsih menuturkan libur akhir semester gasal tahun ajaran 2025 dimulai 20 Desember 2025 - 2 Januari 2026.
Hal itu berdasarkan kalender pendidikan dengan nomor Peraturan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Nomor 002 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan Kalender Pendidikan bagi Satuan Pendidikan di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Tahun Ajaran 2025/2026.
"Sudah diatur bahwa dan ini seluruh kalender di DIY, baik itu jenjang SD maupun SMP, itu masuk pembelajaran semester genap tahun ajaran 2025/2026 itu di tanggal 2 Januari 2026," kata Supraptiningsih.
Perubahan jadwal bisa dilakukan ketika ada regulasi maupun surat dari Kementerian terkait libur sekolah tersebut.
"Namun, jika tidak ada, tetap masuk sesuai dengan Peraturan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Penonton Yogyakarta Bergidik Ngeri Saksikan Memburu Pemangsa, Jump Scare Picu Suasana Tegang
-
Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data
-
Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus
-
Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak
-
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi