- Study tour TK ke kantor polisi menjadi viral karena menampilkan simulasi bentrok demonstrasi yang tidak biasa.
- Kegiatan viral yang diunggah akun @jogjastudent memicu beragam reaksi humor dan perdebatan netizen mengenai relevansi edukasi tersebut.
- Publik mempertanyakan urgensi simulasi konflik untuk anak usia dini dibandingkan pengenalan peran polisi sebagai pelindung masyarakat.
Simulasi konflik dinilai berpotensi menimbulkan pemahaman yang kurang tepat jika tidak disertai penjelasan yang matang dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Terlebih, anak usia taman kanak-kanak masih berada pada fase meniru dan menyerap informasi secara sederhana dari apa yang mereka lihat dan alami.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak sekolah maupun kepolisian terkait konsep dan tujuan pembelajaran dalam study tour tersebut.
Belum diketahui pula apakah simulasi tersebut dirancang sebagai bagian dari edukasi tertentu atau hanya sekadar kegiatan pengenalan situasi secara umum.
Viralnya video ini akhirnya menjadi pengingat bagi banyak pihak bahwa kegiatan edukatif, khususnya bagi anak usia dini, perlu dirancang dengan pertimbangan yang matang.
Metode pembelajaran di luar kelas memang penting dan bermanfaat, tetapi pesan yang disampaikan juga harus disesuaikan dengan usia, daya tangkap, serta perkembangan psikologis anak. Dengan demikian, study tour tidak hanya menjadi pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga benar-benar mendidik dan memberi dampak positif jangka panjang.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
Terkini
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang DIY: 40 Warga Dirawat Medis, Kerusakan Terkonsentrasi di Bantul
-
Pegadaian: Emas Nasabah Aman dalam Pengelolaan, Penyimpanan dan Pengawasan
-
Menteri PKP: BRI Berperan Strategis Dukung Program 3 Juta Rumah
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa