- Mobil listrik Indonesia memasuki fase baru dengan munculnya opsi harga di kisaran Rp200 jutaan, menjadikannya lebih realistis.
- Wuling Air EV dan DFSK Seres E1 merupakan simbol utama segmen terjangkau bagi mobilitas harian perkotaan.
- Penyebab utama peningkatan segmen ini adalah insentif pemerintah, efisiensi operasional, dan kebutuhan mobilitas urban yang meningkat.
Walau harga normalnya mendekati Rp300 juta, berbagai insentif dan program penjualan membuat Neta V sering masuk pembahasan mobil listrik 200 jutaan. Bagi konsumen yang menginginkan tampilan SUV dengan efisiensi listrik, model ini cukup rasional untuk dipertimbangkan.
5. VinFast VF 3
VinFast VF 3 mulai mencuri perhatian sebagai mobil listrik mungil dengan pendekatan global. Harga yang diproyeksikan berada di kisaran Rp200 jutaan membuat model ini banyak ditunggu oleh pasar Indonesia.
Dengan desain sederhana dan fokus pada efisiensi, VF 3 diposisikan sebagai kendaraan listrik massal untuk penggunaan sehari-hari, terutama di kawasan urban dengan mobilitas padat.
6. BYD Atto 1
BYD Atto 1 disebut-sebut sebagai calon mobil listrik murah dari pabrikan besar asal Tiongkok. Beberapa sumber otomotif menyebut harga awalnya berada di kisaran Rp190 jutaan.
Jika benar terealisasi, Atto 1 berpotensi memperketat persaingan di segmen mobil listrik terjangkau. Reputasi BYD sebagai pemain global di industri kendaraan listrik membuat model ini cukup dinantikan.
7. DFSK Gelora E
Berbeda dari model lain dalam daftar ini, DFSK Gelora E menyasar segmen komersial. Mobil listrik ini banyak digunakan pelaku usaha untuk kebutuhan logistik dan operasional harian.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih! 7 Mobil Bekas Ini Terkenal Susah Dijual Lagi, Ada Incaranmu?
Harga yang berada di kisaran 200 jutaan membuatnya relevan bagi bisnis yang ingin menekan biaya bahan bakar dan perawatan dalam jangka panjang, terutama untuk penggunaan intensif.
Kenapa Segmen Ini Mulai Ramai?
Ada tiga alasan utama. Pertama, insentif pemerintah yang memangkas harga jual. Kedua, biaya operasional yang jauh lebih rendah dibanding mobil bensin. Ketiga, perubahan kebutuhan mobilitas, terutama di perkotaan yang menuntut kendaraan ringkas dan efisien.
Mobil listrik 200 jutaan kini tidak lagi dipandang sebagai eksperimen, melainkan solusi realistis untuk efisiensi jangka panjang.
Meski pilihannya belum banyak, mobil listrik di kisaran Rp200 jutaan kini bukan sekadar wacana. Dari city car hingga kendaraan niaga, segmen ini terus berkembang dan diprediksi semakin kompetitif dalam waktu dekat. Tantangannya tinggal satu, siapa produsen yang paling konsisten menekan harga tanpa mengorbankan kualitas.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
-
Resmi Ditahan, Yaqut Diduga Terima Fee dari Jemaah Daftar Bisa Langsung Berangkat Haji
Terkini
-
Jelang Tuntutan Kasus Hibah Sleman, Pertanyaan Majelis Hakim Soroti Risiko Kriminalisasi Kebijakan
-
XL ULTRA 5G+ Raih Sertifikasi Ookla, Bukti Performa Jaringan Diakui Dunia
-
Syukuran Satu Danantara, Cermin Semangat BUMN Bergerak dalam Satu Langkah
-
Antisipasi Nuthuk Harga dan Penimbunan Pangan, DPRD Kota Yogyakarta Minta Pemkot Perketat Pengawasan
-
Sleman Bidik 400 Ribu Wisatawan Selama Libur Lebaran 2026, Sektor Jip dan Candi Jadi Andalan