- Pedagang kuliner Pasar Sentul Yogyakarta mengeluhkan omzet turun drastis pasca-revitalisasi dua tahun lalu di rooftop.
- Konsep pujasera di lantai tiga tertutup membuat pengunjung tidak mengetahui lokasi tersebut, menyebabkan sepinya pembeli.
- Akses sulit, parkir terbatas, serta kenaikan tarif sewa menjadi faktor pendukung pedagang kuliner memilih tutup atau pindah.
Sebagian pedagang mencoba bertahan dengan membuka cabang di luar. Lapak di pasar ini dianggap sekadar “nunut” tanpa berharap banyak keuntungan. Namun bagi yang hanya mengandalkan satu tempat, kondisi ini terasa menyesakkan.
Beberapa lapak bahkan disegel karena menunggak pembayaran. Ada pula pedagang yang tidak lagi berjualan, tetapi tetap membayar sewa dengan harapan kondisi membaik suatu hari nanti.
Bulan Ramadan nanti dikhawatirkan menjadi masa terberat karena aktivitas hampir berhenti total. Pengalaman bertahun-tahun membuat pedagang sudah terbiasa libur penuh selama bulan puasa.
"Puasa nggak ada orang. Dari dulu juga gitu," ungkapnya.
Pedagang yang bertahan berharap ada event rutin untuk menghidupkan suasana. Sebab sejak awal pembukaan dan kunjungan wali kota beberapa waktu lalu, kegiatan promosi nyaris tak ada.
Ironisnya ketika ada acara atau pertemuan di kawasan pasar, konsumsi justru dipesan dari luar. Karena itu mereka berharap Pemkot bisa mengubah konsep kuliner di Pasar Sentul.
Mereka yang berjualan hingga malam hari bisa ditempatkan di lapak-lapak lantai 1. Dengan demikian pengunjung bisa mengetahui akivitas pedagang masih berlangsung meski pasar sudah tutup sore hari.
"Selama bangunannya masih seperti ini, nggak bisa optimis, kami berharap pemkot bisa memikirkan nasib pedagang kuliner," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: 5 Pantai di Bantul Yogyakarta yang Bisa Dikunjungi Sekaligus dalam Satu Hari
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Duh! Calon Jemaah Haji Sleman Batal Berangkat, Faktor Kesehatan hingga Kehamilan Jadi Penyebab
-
Minyakita Meroket, Jeritan Hati Penjual Angkringan Jogja: Naikkan Harga Gorengan Takut Tak Laku
-
Rayakan Hari Kartini, BRI Gelar Srikandi Pertiwi dan Womenpreneur Bazaar
-
Investasi Bodong di Jogja Terbongkar: 8 WNA Mengaku Miliarder, Padahal Cuma Kelola Warung Kecil
-
BRI Miliki 36 Ribu Pekerja Perempuan, Setara 43% dari Total 86 Ribu Pekerja