- Keluarga keturunan Sri Sultan Hamengku Buwono II menolak keras kerja sama RI-Inggris karena isu Geger Sepehi 1812.
- Penolakan ini mendesak Inggris bertanggung jawab atas perampasan aset serta manuskrip Keraton Yogyakarta saat itu.
- Mereka menuntut pengembalian manuskrip asli yang kini tersimpan di British Library sebelum kerja sama dilanjutkan.
SuaraJogja.id - Keluarga besar keturunan Sri Sultan Hamengku Buwono II menolak keras rencana kerja sama strategis antara Pemerintah Indonesia dan Inggris.
Penolakan tak terlepas oleh sejarah kelam peristiwa Geger Sepehi 1812 yang belum terselesaikan hingga sekarang. Adapun dalam peristiwa sejarah itu, Inggris melakukan penyerangan dan perampokan besar-besaran terhadap aset serta manuskrip berharga milik Keraton Yogyakarta.
Rencana kerja sama itu termasuk dalam agenda Presiden Prabowo saat menjalani kunjungan kerja (kunker) luar negeri ke Inggris dan Swiss. Diketahui Prabowo telah bertolak ke Inggris dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (18/1/2026) kemari.
Perwakilan keluarga Trah Sultan HB II, Fajar Bagoes Poetranto, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia seharusnya tidak terburu-buru melakukan kerja sama sebelum masalah sejarah ini tuntas.
Ia mendesak Presiden Prabowo Subianto meminta pertanggungjawaban langsung dari Kerajaan dan Pemerintah Inggris.
"Kami menolak keras rencana kerja sama di bidang pendidikan, teknologi, hingga maritim sebelum Inggris bertanggung jawab dan meminta maaf secara resmi kepada keluarga besar keturunan Sultan Hamengkubuwono II," kata Fajar, pada Senin (19/1/2026).
Menurut Fajar, peristiwa Geger Sepehi bukan soal hilangnya harta benda atau manuskrip. Melainkan ada kaitan erat dengan harkat, martabat, dan sejarah kelam yang hingga kini belum terselesaikan.
Ada beberapa hal yang menjadi keberatan dari trah Sultan HB II, terutama soal tanggungjawab moral. Ia bilang Inggris harus mengakui keterlibatan mereka dalam perampasan nyawa dan harta keluarga Sultan HB II yang saat itu gigih menentang kolonialisme.
Selain itu, kerja sama di bidang pendidikan pun dinilai ironis. Hal itu mengingat banyak ilmu pengetahuan asli Nusantara yang 'dirampok' dan kini disimpan di Inggris.
Baca Juga: Gunungan Bromo hingga Prajurit Perempuan Hadir, Ratusan Warga Ngalab Berkah Garebeg Maulud di Jogja
Dalam hal ini termasuk yang dituntut yakni Pengembalian Manuskrip Asli. Pasalnya di British Library tersimpan ribuan naskah kuno Jawa dan Nusantara yang saat itu diambil paksa.
Trah Sultan HB II mendesak agar naskah-naskah tersebut dikembalikan dalam bentuk asli untuk dipelajari di tanah air, bukan sekadar salinan digital.
"Bagaimana Indonesia bisa bekerja sama di bidang pendidikan dengan pihak yang pernah melakukan perampasan, perampokan, dan penghilangan nyawa keluarga kami? Presiden harus meminta naskah-naskah itu kembali dalam bentuk asli," ujarnya.
Hingga saat ini, keluarga Trah Sultan HB II terus konsisten menyuarakan agar pemerintah Indonesia mengambil posisi tawar yang lebih kuat. Demi memulihkan sejarah dan aset bangsa yang masih berada di tangan asing.
"Penjarahan ini bukan sekadar kehilangan benda fisik, melainkan hilangnya pusat pengetahuan dan identitas peradaban Jawa yang hingga kini masih berada di luar negeri," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Ratusan Siswa di Sleman dan Bantul Keracunan MBG, 14 SPPG di DIY Dibekukan, Anggaran Ikut Ditahan
-
Jogja Punya 22 Masalah Besar yang Tak Kunjung Tuntas, Kampus Akhirnya Diminta Turun Tangan
-
Dari Pelosok hingga Perkotaan, BRI Perkuat Akses Keuangan untuk Masyarakat Indonesia
-
Siapa Sajakah yang Bisa Mendapatkan Penawaran BRI Multiguna Pre-Approved?
-
Saat Anggaran BNPB Turun Tajam, Dana Bencana Rp7,3 Triliun Diminta Lebih Mudah Diakses Daerah