- Dispar Bantul menargetkan Pendapatan Asli Daerah pariwisata sebesar Rp29 miliar pada tahun 2026, lebih rendah dari target sebelumnya.
- Kepala Dispar Bantul menyatakan target tersebut realistis karena realisasi 2025 hanya Rp26 miliar akibat persaingan Gunungkidul.
- Bantul akan mempertahankan tarif retribusi masuk wisata tetap Rp15 ribu untuk menjaga daya saing wisatawan.
"Sebenarnya itu tidak naik kebijakannya, karena dulu kan tiket Rp10 ribu per objek, sekarang Rp15 ribu bisa masuk seluruh objek, kalau dibagi seluruh objek kan jatuhnya tidak sampai Rp2.000, karena di pantai selatan banyak titik pantai yang bisa dikunjungi," jelasnya.
Argumentasi ini mencoba menjelaskan bahwa dengan satu tiket, wisatawan dapat menikmati lebih banyak destinasi, sehingga secara efektif biaya per objek menjadi lebih murah.
Keputusan untuk tidak menaikkan retribusi menunjukkan kehati-hatian pemerintah dalam menjaga daya saing dan tidak membebani wisatawan.
Namun, tantangan tetap ada. Bagaimana Bantul akan mengoptimalkan potensi wisatanya dengan tarif yang tetap, di tengah gempuran destinasi baru dan protes retribusi yang terus bergulir? Inilah pekerjaan rumah besar bagi Dispar Bantul untuk mencapai target PAD yang realistis namun tetap ambisius.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Duh! Calon Jemaah Haji Sleman Batal Berangkat, Faktor Kesehatan hingga Kehamilan Jadi Penyebab
-
Minyakita Meroket, Jeritan Hati Penjual Angkringan Jogja: Naikkan Harga Gorengan Takut Tak Laku
-
Rayakan Hari Kartini, BRI Gelar Srikandi Pertiwi dan Womenpreneur Bazaar
-
Investasi Bodong di Jogja Terbongkar: 8 WNA Mengaku Miliarder, Padahal Cuma Kelola Warung Kecil
-
BRI Miliki 36 Ribu Pekerja Perempuan, Setara 43% dari Total 86 Ribu Pekerja