- Panpel PSIM Yogyakarta berkoordinasi dengan kepolisian dan suporter memutuskan larang pendukung Persebaya datang pada 25 Januari 2026.
- Keputusan tersebut didasarkan pada regulasi kompetisi serta pertimbangan faktor keamanan dan keterbatasan kapasitas stadion.
- Suporter PSIM menunjukkan kedewasaan dengan menghormati regulasi dan menjaga kondusivitas wilayah Bantul.
SuaraJogja.id - Panpel PSIM Yogyakarta telah menggelar rapat koordinasi intensif bersama pihak kepolisian serta perwakilan suporter PSIM Jogja dan Persebaya Surabaya.
Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan tegas terkait ketidakhadiran pendukung tim tamu dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/26, Minggu (25/1/2025) di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul.
Manajemen Laskar Mataram sejatinya sangat mengapresiasi eratnya tali silaturahmi yang terjalin harmonis antara pendukung kedua kesebelasan. Kendati demikian, seluruh elemen sepakat untuk tetap menjunjung tinggi regulasi kompetisi di masa transisi sepak bola nasional ini.
"Manajemen, Panpel, beserta pihak kepolisian menghormati dan masih menjunjung tinggi regulasi yang berlaku," ujar Ketua Panpel PSIM Jogja, Wendy Umar Seno Aji, Selasa (20/1/2026).
Aturan tersebut merujuk pada Pasal 5 ayat 7 regulasi kompetisi BRI Super League 2025/26 mengenai larangan kehadiran suporter tim tamu di stadion. Wendy menegaskan bahwa manajemen dan Panpel PSIM dengan berat hati belum bisa memfasilitasi kedatangan suporter Persebaya Surabaya pada laga 25 Januari 2026 nanti.
"Kita mohon maaf belum bisa menjadi tuan rumah yang baik karena kapasitas Stadion Sultan Agung sangat terbatas," tutur Wendy menambahkan alasan teknis selain regulasi.
Selain keterbatasan tempat, faktor sosiologis turut menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan krusial tersebut.
“Selain itu, karena kita bermain di Bantul dan posisinya juga sebagai 'tamu', kita wajib menghormati tuan rumah, yakni Pemerintah Kabupaten Bantul, Kapolres Bantul, serta warga sekitar stadion yang jalinan komunikasinya sampai saat ini masih berjalan dengan baik,” tambah Wendy.
Prioritas Keamanan dan Kondusivitas
Baca Juga: Dirut PSIM Yogyakarta Dapat Kesempatan Belajar di NFL, Satu-satunya dari Indonesia
Sejarah masa lalu terkait insiden pertandingan di wilayah Bantul masih menyisakan trauma tersendiri bagi warga setempat. Hal ini menjadi perhatian khusus pihak Polres Bantul demi menjaga stabilitas keamanan wilayah serta kenyamanan masyarakat di sekitar SSA.
"Alasan utamanya adalah regulasi dan faktor keamanan," tegas Wendy.
Pihak kepolisian juga meminta kerja sama aktif dari manajemen untuk menyebarluaskan informasi ini secara masif. Langkah preventif ini diambil guna meminimalisir potensi kedatangan suporter tamu yang dapat berimbas pada sanksi disiplin.
"Polres menyampaikan kepada Panpel dan manajemen PSIM untuk ikut mengunggah imbauan agar suporter tim tamu tidak datang ke Jogja," jelas Wendy.
Menyikapi situasi dilematis ini, kedua wadah suporter PSIM Jogja, Brajamusti dan The Maident, menunjukkan sikap dewasa. Mereka sepakat menjaga kondusivitas wilayah, meski memiliki hubungan persaudaraan yang sangat erat dengan Bonek, Green Nord, dan seluruh elemen suporter Persebaya Surabaya.
"Mereka tetap menjaga silaturahmi yang baik dengan teman-teman dari Surabaya. Di samping itu, mereka juga menghormati keputusan pertemuan tadi malam, yaitu tetap menjunjung tinggi regulasi sesuai arahan Kapolres dan hasil koordinasi bersama," tutup Wendy.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
BRI Perkuat New Growth Engine melalui BRIVolution Reignite, Laba Anak Usaha Capai Rp10,38 Triliun
-
Lahan Pertanian Sleman Terus Menyusut, Pemkab Targetkan Batas Aman 10 Ribu Hektare
-
Pasutri Asal Lampung Tipu Lansia Sleman Pakai Alat Pijat, Cincin Emas Rp15 Juta Digondol
-
Ratusan Warga DIY Suspek Campak, 57 Kasus Dinyatakan Positif
-
Tiga Pakar Ungkap Kejanggalan Dasar Hukum Kerugian Negara dalam Kasus Dana Hibah Pariwisata Sleman