- Perlambatan ekonomi DIY berdampak signifikan pada UMKM, terutama yang terkait pariwisata, menyebabkan penurunan penjualan diperkirakan melebihi 20 persen.
- Pelaku UMKM merespons kondisi ini dengan melakukan efisiensi biaya menyeluruh dan harus memperkuat pemasaran melalui platform digital.
- Pemerintah DIY didorong untuk memberikan dukungan melalui stimulus, bantuan pemasaran, dan mengoptimalkan perluasan akses penerbangan internasional.
SuaraJogja.id - Perlambatan ekonomi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan langsung oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di DIY.
Penurunan daya beli masyarakat akibat lesunya ekonomi berdampak signifikan terhadap penjualan di berbagai sektor, terutama UMKM yang bergantung pada pergerakan sektor pariwisata.
Wakil Ketua Umum Bidang UMKM, Koperasi, dan Digital Marketing Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Hermawan Ardiyanto di Yogyakarta, Senin (26/1/2026), mengungkapkan kondisi ekonomi yang melemah membuat aktivitas konsumsi masyarakat menurun.
Persoalan ini yang akhirnya berimbas pada omzet pelaku usaha kecil.
"Sangat berdampak terhadap UMKM, terutama akibat penurunan daya beli masyarakat. Akibatnya penjualan di berbagai sektor menjadi lesu. Terutama UMKM pendukung sektor pariwisata seperti rumah makan, hotel, kerajinan, dan sektor pendukung lainnya," paparnya.
Menurut Hermawan, meskipun hingga saat ini belum tersedia data kuantitatif resmi terkait besaran penurunan kinerja UMKM, hasil pendataan kualitatif yang dilakukan Kadin DIY menunjukkan angka yang cukup mengkhawatirkan.
Angka penurunan penjualan UMKM di DIY mencapai lebih dari 20 persen.
"Ini baru sebatas pendataan kualitatif. Belum ada angka resmi, tetapi perkiraannya bisa di atas 20 hingga 25 persen UMKM mengalami penurunan penjualan," jelasnya.
Kondisi tersebut, lanjutnya memaksa pelaku UMKM untuk melakukan berbagai langkah bertahan. Hermawan menyebut efisiensi menjadi pilihan utama yang tidak bisa dihindari dalam situasi ekonomi yang tidak menentu.
Baca Juga: Demi Keselamatan Publik! Mahasiswa UMY Gugat UU LLAJ ke MK Setelah Jadi Korban Puntung Rokok
Selain itu UMKM juga harus memperkuat posisi dengan memanfaatkan berbagai platform media digital. Sebab promosi dengan cara ini dinilai relatif murah dan bisa memperluas jangkauan pemasaran.
"Kalau dari sisi UMKM, yang bisa dilakukan adalah efisiensi biaya dari seluruh aspek, baik tenaga kerja, bahan baku, proses produksi, dan lainnya," ungkapnya.
Hermawan menambahkan, peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan UMKM agar tidak semakin terpuruk. Pemerintah perlu mengoptimalkan seluruh instrumen yang dimiliki untuk menopang sektor usaha kecil.
"Pemerintah bisa memanfaatkan semua instrumen yang memungkinkan untuk mendukung UMKM, seperti bantuan pemasaran, stimulus, hingga pencegahan terjadinya PHK," tandasnya.
Secara terpisah Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo, mengungkapkan tekanan ekonomi ini juga dirasakan sektor perhotelan dan restoran yang menjadi tulang punggung pariwisata DIY. Dia menyebut lesunya ekonomi global turut memberi dampak terhadap kinerja industri pariwisata di Yogyakarta.
"Kadin DIY selaku perwakilan kita, selama Kadin DIY sudah menyetujui, kita akan melaksanakan. Kita juga ingin mendorong pemerintah untuk bisa memajukan pariwisata di DIY supaya okupansi hotel dan restoran meningkat,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Kejari Sleman Isyaratkan Segera Umumkan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Heboh Kasus Hogi Minaya, Karena Bikin Dua Jambret di Sleman Tewas, Sri Sultan Angkat Bicara
-
Kawal Kasus Hogi, JPW Singgung Aturan KUHAP Baru dan Batas Waktu SKP2
-
Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar Fun Kids Swimming Competition
-
Daya Beli Turun, UMKM Tertekan, Pariwisata Jogja Lesu, Pelaku Usaha Dipaksa Berhemat