- Warga Dusun Dumpoh, Kulon Progo, memasang spanduk protes atas rusaknya jalan vital pasca proyek pipa SPAM 2025.
- Jalan sepanjang 300 meter itu rusak parah dengan banyak lubang dan genangan, membahayakan akses menuju YIA dan fasilitas publik.
- Warga kecewa karena kontraktor beralasan kehabisan dana, padahal perbaikan permanen sudah dijanjikan selesai proyek.
SuaraJogja.id - Warga Dusun Dumpoh, Kalurahan Kebonrejo, Kecamatan Temon, Kulon Progo, mengeluhkan kondisi salah satu ruas jalan di wilayah mereka yang rusak parah. Sejumlah spanduk bernada protes pun terpasang di sepanjang lokasi.
Berdasarkan pantauan Suara.com, tampak sejumlah spanduk telah di pasang warga.
Mulai dari "KAMI BERJUANG UNTUK UMUM, BUKAN UNTUK KAMI PRIBADI!!!", "INI JALAN APA COBAAN?", serta spanduk bernada sindiran, "JALAN INI SEDANG DIPERBAIKI TAPI BOONG" dan masih banyak lainnya.
Adapun ruas jalan mulai dari utara Masjid Al Miftah Dusun Dumpoh hingga ke arah underpass, kini kondisinya memprihatinkan dan belum mendapatkan perbaikan permanen.
Salah satu warga Dumpoh, Anjar (65) mengatakan bahwa kerusakan jalan itu bertambah parah saat proyek penanaman pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berjalan pada 2025 kemarin.
"Setelah selesainya penanaman pipa tersebut jalan sangat membahayakan warga yang melintas, karena sepanjang jalan tersebut terdapat banyak lubang dan genangan air apalagi saat hujan," kata Anjar dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026).
Kekecewaan warga semakin memuncak usai mendapati realisasi di lapangan berbeda dengan janji awal sosialisasi. Dalam hal ini komitmen adalah komitmen dari pihak kontraktor untuk melakukan pengecoran beton pada ruas terdampak.
"Warga awalnya dijanjikan akan diperbaiki setelah selesai proyek tapi kenyataannya sampai sekarang tidak," ujarnya.
Padahal, beberapa ruas lain di Kalurahan Kebonrejo yang dilakukan penanaman pipa serupa sudah diperbaiki. Hanya satu ruas di Jalan Weton-Dumpoh ini yang belum disentuh perbaikan.
Baca Juga: Nekat! Residivis Gasak Motor di Parkiran Pakuwon Mall, Triknya Keluar Tanpa Karcis
Disampaikan Anjar, ruas jalan sepanjang lebih kurang 300 meter ini merupakan akses vital yang menghubungkan wilayah utara ke selatan menuju Bandara YIA, sekolah, puskesmas serta perkantoran.
Perangkat desa telah berupaya meminta kejelasan tapi pihak proyek beralasan kehabisan dana. Solusi yang diberikan pihak pelaksana dianggap warga sangat tidak memadai dan terkesan asal-asalan.
"Warga bersama sempat kerja bakti untuk menutup lubang-lubang yang digenangi air, tapi karena masih di musim hujan, maka jalan pun kembali berlubang," ungkapnya.
Merasa dianaktirikan dan tidak mendapatkan respons positif dari kontraktor, warga akhirnya memasang spanduk protes di sepanjang ruas tersebut.
Pemasangan dilakukan pada 23 Januari 2026 kemarin oleh warga setempat. Aksi ini merupakan bentuk tuntutan tanggung jawab agar jalan segera diperbaiki.
"Jadi semua itu mewakili suara hati rakyat demi untuk kepentingan masyarakat luas," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
Guru Besar UI Soroti Langkah Hakim yang Hitung Sendiri Kerugian Korupsi Mantan Bupati Sleman
-
Pemkot Yogyakarta Sweeping 68 Daycare Pasca Kasus Little Aresha, 31 Belum Berizin
-
Cerita Mahasiswi UNY Minta Tolong Damkar Buka Tumbler yang Macet
-
Daycare Little Aresha Dicoret-coret, Dua Motor Disiram Cat Hitam, Satpol PP Disiagakan Jaga Lokasi
-
Wali Kota Yogyakarta Identifikasi Belasan Daycare Layak untuk Relokasi Korban Little Aresha