- Berdasarkan BPS 2025, Yogyakarta memiliki Pengeluaran per Kapita Rp 20,6 juta, menjadikannya kedua tertinggi di Indonesia.
- Pakar ekonomi UGM menyatakan tingginya konsumsi dipicu mahasiswa pendatang dan wisatawan, bukan masyarakat lokal.
- PHRI DIY membantah Yogyakarta mahal karena wisatawan domestik dan mancanegara masih sering melakukan kunjungan ulang.
Secara terpisah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY membantah anggapan yang menyebut Yogyakarta sebagai salah satu daerah dengan biaya hidup termahal di Indonesia.
PHRI menilai narasi tersebut tidak sejalan dengan realitas di lapangan, khususnya dari sudut pandang pariwisata dan pengalaman wisatawan.
Ketua BPD PHRI DIY, Deddy Pranowo menyatakan selama ini DIY justru dikenal sebagai destinasi yang ramah di kantong, baik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara.
Hal ini tercermin dari tingginya tingkat kunjungan ulang wisatawan yang datang ke Yogyakarta.
"Kalau memang biaya hidup dan biaya berwisata di Jogja mahal, tidak mungkin wisatawan datang berulang kali. Faktanya, banyak wisatawan yang repeat visit dan merasa nyaman," paparnya.
Deddy menambahkan, persepsi wisatawan yang menilai Yogyakarta sebagai kota dengan biaya relatif terjangkau masih sangat kuat. Mulai dari akomodasi, kuliner hingga transportasi lokal dinilai memberikan nilai yang sepadan dengan kualitas layanan yang diterima.
Meski demikian PHRI tidak menampik adanya data resmi yang menyebutkan tingginya biaya hidup di Yogyakarta. Namun, data tersebut dinilai perlu dibaca dengan konteks yang lebih luas dan tidak serta-merta disamakan dengan biaya berwisata.
"Kami tidak menyalahkan data. Tapi jangan sampai data itu membentuk persepsi keliru di masyarakat, seolah-olah Jogja sudah tidak terjangkau," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Daya Beli Turun, UMKM Tertekan, Pariwisata Jogja Lesu, Pelaku Usaha Dipaksa Berhemat
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM