- Dugaan pencurian ikan di kolam pemancingan Ponjong berujung saling lapor polisi pada Kamis (8/1/2026) malam.
- Awalnya, tiga pemancing diamankan warga dan sempat dimassa sebelum dimediasi lurah pada Jumat (9/2/2026) pagi.
- Mediasi pertama gagal, konflik memanas hingga kedua belah pihak saling melapor di Polsek Ponjong Sabtu malam.
SuaraJogja.id - Sosial media (sosmed) tengah ramai dengan perbincangan dugaan kasus pencurian ikan yang berujung saling lapor di Kapenawon Ponjong, Gunung Kidul. Unggahan akun Instagram @gunungkidul_viral2 menyebutkan, “RAMAI-RAMAI KE POLSEK! KASUS PEMUKULAN MASUK PENYELIDIKAN, KINI KORBAN DILAPORKAN BALIK ATAS DUGAAN PENCURIAN IKAN.”
Unggahan ini pun menyita perhatian publik. Berawal dari dugaan pencurian ikan di sebuah kolam pemancingan di Ponjong, kedua belah pihak yang berkonflik justru saling lapor ke kepolisian.
Kapolsek Ponjong, Kompol Hendra Prastawa dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (9/2/2026) membenarkan adanya video tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (8/1/2026) malam.
Kejadian berawal sekitar pukul 22.00 WIB. JG (20), warga Ponjong mengajak dua rekannya yang masih di bawah umur, MPY (17) dan MAF (17), warga Karangmojo, untuk memancing ikan di salah satu kolam pemancingan di wilayah Wonodoyo, Kalurahan Sumbergiri.
Ketiganya tiba di tempat pemancingan sekitar pukul 23.30 WIB. Aktivitas tersebut pun diketahui oleh pengelola pemancingan. Warga kemudian mengamankan ketiganya karena diduga melakukan pencurian ikan.
"Di lokasi itu kemudian ditangani oleh pengelola dan warga yang menangkap. Ketiga anak tersebut sempat dimassa," ungkapnya.
Lurah Sumbergiri yang mengetahui kejadian tersebut kemudian turun tangan dan memediasi kedua belah pihak pada Jumat (9/2/2026) pagi. Dalam pertemuan tersebut akhirnya sepakati permasalahan dianggap selesai.
"Saat itu tidak ada kompensasi [setelah dimediasi lurah," jelasnya.
Alih-alih berdamai, konflik kedua belah pihak justru semakinmemanas. Dari keterangan pelapor, pengelola kolam pemancingan bersama beberapa rekannya mendatangi rumah salah satu terduga pelaku untuk meminta kompensasi.
Baca Juga: Babak Baru Rampasan Geger Sepehi 1812: Trah Sultan HB II Tegas Ambil Langkah Hukum Internasional
Tuntutan tersebut ditolak oleh pihak keluarga. Sebab mereka merasa persoalan telah diselesaikan di tingkat kalurahan.
Orang tua yang tidak terima pun akhirnya melaporkan balik pengelola kolam pemancingan. Hal itu dilakukan karena anak mereka dianiaya saat ditangkap.
"Orang tua beranggapan masalah sudah selesai, sehingga kemudian melaporkan dugaan penganiayaan karena saat penangkapan terjadi tindak kekerasan," ungkapnya.
Upaya mediasi sebenarnya kembali dilakukan oleh lurah setempat. Namun mediasi tersebut tidak menemukan titik temu.
Sejumlah warga pun mendatangi Polsek Ponjong pada Sabtu (7/2/2026) malam. Di saat yang hampir bersamaan, pihak pengelola kolam pemancingan juga melaporkan dugaan pencurian ikan.
"Ada laporan balik, atau saling lapor antara kedua belah pihak," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh