- Jogja Fashion Week 2026 menargetkan transaksi Rp2,5 miliar dan 16.000 pengunjung pada Agustus 2026 di JEC.
- Acara ini bertujuan menciptakan efek domino signifikan pada sektor pendukung seperti transportasi dan perhotelan.
- JFW 2026 fokus mentransformasi identitas lokal menjadi produk berdaya saing global untuk kontribusi ekonomi.
SuaraJogja.id - Jogja Fashion Week (JFW) 2026 menetapkan target capaian yang cukup ambisius dalam penyelenggaraannya mendatang. Acara yang menjadi rujukan tren busana di Indonesia ini mematok angka transaksi sebesar Rp 2,5 miliar serta kunjungan belasan ribu orang.
"Jogja Fashion Week 2026 memiliki target transaksi sebesar Rp2,5 miliar dengan jumlah pengunjung sebesar 16.000 orang," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yuna Pancawati, di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM, Kamis (12/2/2026).
Yuna mengaku optimis bahwa dampak dari JFW 2026 ini tidak hanya berhenti pada angka transaksi di lokasi. Lebih dari itu dapat memberikan efek domino bagi sektor lain.
Apalagi JFW digadang-gadang sebagai pengungkit penting dalam ekosistem industri kreatif sektor fashion tak hanya di Jogja tapi Indonesia. Potensi pasar pun sangat besar baik di tingkat nasional maupun global.
"Diharapkan tercipta multiplier effect yang signifikan, tidak terbatas pada transaksi bisnis saja tetapi juga berdampak pada sektor pendukung seperti transportasi, perhotelan, restoran, pariwisata, serta subsektor ekonomi kreatif lainnya," ungkapnya.
Untuk mencapai target tersebut, kata Yuna, JFW 2026 akan menghadirkan berbagai agenda yang mempertemukan pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas.
Selain fashion exhibition yang ditargetkan bermitra dengan lebih dari 150 stan, acara ini juga akan diperkuat dengan sesi Business Pitching dan Business Matching hasil kolaborasi dengan instansi perdagangan dan ekspor nasional.
"JFW 2026 tidak hanya menjadi etalase karya dan inovasi para pelaku industri fashion nasional, tetapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan desainer, UMKM, buyers, investor, dan pasar yang lebih luas," tegasnya.
Estetika, Tradisi dan Kontribusi Ekonomi
Baca Juga: Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menuturkan bahwa industri mode di Yogyakarta tidak lagi sekadar urusan estetika di atas panggung peragaan.
Menurut Made, transformasi identitas lokal menjadi produk berdaya saing global menjadi tantangan utama. Terlebih dalam menjaga relevansi tradisi di tengah arus modernisasi.
"Akar tersebut adalah identitas, namun identitas tidak boleh berhenti sebagai simbol," ucap Made.
Identitas yang kuat tidak akan berarti banyak jika tidak mampu memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan. Terutama dalam penyerapan tenaga kerja dari kalangan generasi muda.
"Harus terus diolah, dipertahankan, dan ditransformasikan menjadi daya saing. Transformasi inilah yang menjadikan sektor fashion dan kriya memiliki kontribusi signifikan terhadap ekonomi kreatif DIY," tuturnya.
Ketergantungan pada aspek kreativitas semata dinilai tidak lagi cukup untuk menggerakkan ekonomi lokal secara masif. Diperlukan integrasi yang kuat antara ruang produksi, jalur distribusi, serta inovasi yang berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan
-
Cara PIMPASA Imigrasi Yogyakarta Cegah Perdagangan Orang Lewat Pangan dan Wayang
-
Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja
-
Warganet Khawatir Girder Tol Jogja-Solo Rawan Roboh, Kontraktor Beri Penjelasan
-
Kasus Keracunan MBG Berulang di Jogja, Orang Tua Unjukrasa Desak Proses Hukum SPPG