Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 24 Februari 2026 | 21:02 WIB
Sejumlah massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (24/2/2026) petang. Gerbang Polda DIY sampai roboh. (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
  • Aksi unjuk rasa di Mapolda DIY pada Selasa (24/2/2026) diwarnai robohnya gerbang dan ledakan misterius.
  • Massa menuntut pertanggungjawaban atas tewasnya remaja 14 tahun di Maluku akibat kekerasan aparat.
  • Peserta aksi menilai kekerasan aparat adalah kegagalan institusional sistemik, bukan semata-mata tindakan oknum.

"Masyarakat Yogyakarta menyadari bahwa persoalan ini bukan sekadar perilaku oknum, melainkan masalah institusional. Aksi hari ini adalah wadah bagi kami untuk meluapkan kekecewaan mendalam tersebut," tegas UD.

Gerakan ini lahir dari mosi tidak percaya masyarakat terhadap janji reformasi di tubuh Polri. UD menilai aksi serupa yang pernah digelar di lokasi yang sama pada 29 Agustus 2025 lalu tidak membawa perubahan signifikan terhadap perlindungan hak asasi manusia maupun perilaku aparat di lapangan.

"Sejak aksi pada Agustus 2025 lalu, kami tidak melihat adanya perubahan perilaku aparat yang berarti," tambahnya.

Load More