Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Senin, 16 Maret 2026 | 11:19 WIB
Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Arie Prasetya Syafa'at. [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • Ditlantas Polda DIY memetakan rekayasa lalu lintas Lebaran 2026, fokus pada Jalan Solo dan GT Purwomartani.
  • Sebanyak sembilan dari dua belas U-turn di Jalan Solo akan ditutup situasional untuk kelancaran arus kendaraan.
  • Polisi menyiapkan skema pengalihan arus di GT Purwomartani jika antrean mencapai jalan arteri utama.

SuaraJogja.id - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY mulai memetakan rekayasa arus lalu lintas di jalur utama guna menyambut lonjakan pemudik Lebaran 2026.

Fokus utama pengamanan terletak pada sepanjang Jalan Solo yang menjadi urat nadi kendaraan dari arah timur. Termasuk penyesuaian operasional di gerbang tol fungsional baru GT Purwomartani.

Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Arie Prasetya Syafa'at, mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan penyekatan secara situasional di mayoritas titik putar balik (U-turn) di sepanjang Jalan Jogja-Solo

Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran arus kendaraan agar tidak terhambat oleh aktivitas kendaraan yang memotong jalur.

"Jadi sepanjang 8 kilometer Jalan Solo itu terdapat 12 U-turn atau putar balik. Itu nanti akan kita lakukan rekayasa, kita akan tutup 9 U-turn dari 12," kata Arie, kepada wartawan, Senin (16/3/2026).

Pihak kepolisian hanya akan menyisakan tiga titik putar balik yang tetap beroperasi secara normal selama masa angkutan Lebaran berlangsung. Meski demikian, penutupan ini tidak bersifat permanen dan akan menyesuaikan dengan volume kendaraan di lapangan.

"Jadi cuma ada 3 U-turn yang digunakan yaitu di AAU, kemudian di Telkom, dan Sendang Ayu. Tapi hal itu juga situasional melihat kondisi arus, apabila landai tetap kita buka," ucapnya.

Selain pengaturan U-turn, Ditlantas Polda DIY turut menaruh perhatian khusus pada potensi antrean di Gerbang Tol Purwomartani. Mengingat jarak antara pintu keluar tol dengan jalan arteri cukup pendek, kepolisian telah menyiapkan skema pengalihan arus jika terjadi penumpukan kendaraan yang mencapai jalan utama.

"Untuk gerbang tol Purwomartani, jarak antara gate dengan arteri 350 meter. Apabila antrean dari gate sudah mencapai arteri, maka arus akan kita alihkan ke Prambanan, kalau sudah terurai, sudah landai akan kita buka kembali," paparnya.

Baca Juga: Rute dan Biaya Mudik Jakarta Yogyakarta via Motor dan Mobil: Panduan Lengkap Lebaran 2026

Sementara itu, Kapolresta Sleman Kombes Pol Adhitya Panji Anom menyatakan kesiapan personel di wilayah hukum Sleman dengan menyiagakan ribuan petugas gabungan.

Ribuan personel ini akan tersebar di berbagai pos untuk melayani para pemudik yang melintas maupun yang menuju wilayah Yogyakarta.

"Dan total kekuatan kemarin pada saat kami melaksanakan gelar pasukan dari internal Kepolisian dan stakeholder terkait itu sekitar 1.200 (personel). Nanti kami bagi di beberapa titik khususnya yang membutuhkan kehadiran dari petugas," kata Adhitya.

Load More