- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menaikkan harga BBM dalam waktu dekat.
- Pemerintah menggunakan APBN sebagai peredam gejolak eksternal untuk menahan stabilitas harga energi domestik saat ini.
- Pertamina memproyeksikan kebutuhan BBM di DIY dan Jateng naik sekitar 30% selama periode mudik Lebaran.
SuaraJogja.id - Menteri Keuangan (menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah belum memiliki rencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dekat. Hal ini menyusul kondisi geopolitik yang tidak menentu.
"Sampai sekarang belum ada hitungan untuk menaikkan harga BBM, karena kita punya uang masih cukup untuk menahan harga BBM sekarang," ujar Purbaya di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Selasa (17/3/2026).
Menurut Purbaya, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini masih cukup kuat untuk menahan tekanan, termasuk dari fluktuasi harga minyak dunia.
Hingga kini pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang memadai untuk menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri.
Purbaya menyebut, fungsi utama APBN adalah sebagai shock absorber atau peredam gejolak eksternal, termasuk kenaikan harga komoditas global seperti minyak. Dalam konteks ini, pemerintah berupaya memastikan masyarakat tidak langsung terdampak oleh dinamika global tersebut.
"Fungsi anggaran adalah meng-absorb shock dari luar. Sampai sekarang yang meng-absorb adalah APBN pemerintah," ungkapnya.
Purbaya menambahkan, bahkan dalam skenario tertentu, pemerintah masih memiliki kemampuan fiskal untuk mempertahankan harga BBM hingga akhir tahun. Namun hal itu tergantung pada kebijakan yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau seperti sekarang, kalau Presiden mau, sampai akhir tahun juga bisa. Kita punya uang cukup banyak yang masih bisa dipakai," tandasnya.
Namun Purbaya mengakui pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap kondisi global, terutama pergerakan harga minyak dunia yang dinamis. Proses tersebut dilakukan melalui berbagai simulasi kebijakan guna memastikan langkah yang diambil tetap tepat dan terukur.
Baca Juga: THR Lebaran 2026 di Jogja Makin Hemat: Promo Sirup Alfamart, Mulai dari Rp7.900!
"Kita masih terus melihat perkembangan harga minyak dunia. Jadi semua dihitung dengan hati-hati," ujarnya.
Sebelumnya Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Fanda Chrismianto mengungkapkan meski tidak ada kenaikan harga BBM, kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran di DIY dan Jateng diperkirakan mencapai 30 persen dbandingkan Kondisi normal.
Lonjakan konsumsi tersebut sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama pada sektor transportasi darat yang menjadi moda utama perjalanan pemudik. Kalau pada hari biasa, konsumsi Pertalite di wilayah Jateng-DIY mencapai sekitar 9.787 kiloliter per hari, maka selama periode mudik Lebaran, angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi sekitar 12.741 kiloliter per hari.
Sedangkan konsumsi Pertamax diprediksi meningkat dari rata-rata 3.041 kiloliter per hari menjadi sekitar 3.943 kiloliter per hari atau naik 29,7 persen. Untuk sektor transportasi darat, Pertamax Turbo diperkirakan naik hingga 55,3 persen.
"Total untuk gasoline kenaikan kurang lebih 30 persen atau sekitar 16.800 kiloliter," jelasnya.
Fanda menambahkan, tren kenaikan juga terlihat pada BBM nonsubsidi lainnya. Konsumsi Dexlite diperkirakan melonjak hingga 70,5 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY
-
Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
-
Maestro Seni Rupa Nasirun Wafat, Rencana Pameran pun Batal
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Kian Perkuat Ekonomi Kerakyatan