- Pemerintah menerapkan kebijakan WFA bagi ASN pasca Lebaran 2026 hingga 27 Maret untuk fleksibilitas lokasi kerja.
- KAI Daop 6 Yogyakarta melayani total 71.800 penumpang pada hari ke-14 Angkutan Lebaran 2026.
- Kebijakan WFA dan imbauan memecah jadwal membantu mendistribusikan puncak arus balik Lebaran lebih merata.
SuaraJogja.id - Pemerintah untuk pertama kalinya menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada periode pasca Lebaran 2026. Kebijakan ini memungkinkan pegawai negeri sipil (PNS) tetap bekerja tanpa harus langsung kembali ke kantor dengan fleksibilitas lokasi hingga 27 Maret 2026.
Kebijakan tersebut turut berdampak pada pola arus balik Lebaran, termasuk di DIY. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mencatat, jumlah pemudik yang kembali dari wilayah ini telah mencapai lebih dari 35.742 penumpang hanya dalam satu hari, Selasa (24/3/2026).
"Secara keseluruhan, KAI Daop 6 Yogyakarta melayani sekitar 71.800 penumpang pada hari ke-14 masa Angkutan Lebaran 2026 ini," ujar Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih di Yogyakarta, Selasa Siang.
Meski arus balik mulai berlangsung, menurut Feni, jumlah penumpang yang masuk ke Daop 6 Yogyakarta juga masih besar. Pada Selasa ini, sebanyak 36.068 penumpang tercatat tiba di berbagai stasiun Daop 6.
Lonjakan arus balik terlihat merata di sejumlah stasiun utama. Berdasarkan data pukul 09.00 WIB, Stasiun Yogyakarta mencatat 14.477 pelanggan berangkat dan 14.389 pelanggan tiba.
Stasiun Solo Balapan memberangkatkan 7.888 pelanggan dan menerima 7.826 pelanggan. Sementara Stasiun Lempuyangan memberangkatkan 4.398 pelanggan dan menerima 6.538 pelanggan.
Selain itu, Stasiun Klaten mencatat 3.144 penumpang berangkat dan 1.837 penumpang datang, sedangkan Stasiun Purwosari melayani 1.811 penumpang berangkat dan 1.879 penumpang tiba.
"Angka ini masih berpotensi bertambah karena penjualan tiket berlangsung hingga keberangkatan kereta terakhir," jelasnya.
Feni menyebut, okupansi kereta api pada periode arus balik ini telah melampaui 90 persen. Tingginya angka tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat untuk kembali ke kota asal pekerjaan usai merayakan Lebaran di kampung halaman.
Baca Juga: Demi Pulang Kampung Saat Lebaran, Perantau Rela Berburu Mudik Gratis hingga Bawa Pulang Dagangan
Namun demikian, kebijakan WFA yang diterapkan pemerintah dinilai memberi ruang bagi masyarakat untuk mengatur jadwal kepulangan dengan lebih fleksibel.
Tidak hanya ASN, sebagian perusahaan swasta juga mulai mengadopsi pola kerja serupa. Dengan demikian arus balik tidak terkonsentrasi dalam satu atau dua hari saja.
"Kami melihat potensi puncak arus balik masih bisa bergeser, seiring adanya imbauan pemerintah agar masyarakat memecah jadwal perjalanan ke tanggal 25–26 Maret, serta adanya kebijakan WFA," paparnya.
Peningkatan mobilitas masyarakat selama periode ini, lanjutnya juga berdampak pada kepadatan lalu lintas di jalan raya menuju stasiun. Kemacetan seringkali terjadi di kawasan Jalan Pasar Kembang.
Karenanya KAI Daop 6 Yogyakarta pun mengingatkan calon penumpang untuk mengantisipasi kondisi tersebut. Penumpang diimbau berangkat lebih awal dari rumah atau penginapan dan tiba di stasiun setidaknya satu jam sebelum jadwal keberangkatan.
Hal ini penting untuk menghindari keterlambatan dan memastikan perjalanan tetap lancar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku
-
Wishlist Steam Menumpuk? Ini 5 Cara Menyiasati Musim Diskon Besar
-
Sukses di Jogja, ZAP Fest 2026 Siap Sambangi 2 Kota Lain dengan Konsep Beauty, Music, dan Lifestyle