- Dhipo, perantau dari Surabaya ke Yogyakarta, melakukan perjalanan bolak-balik dua kali untuk mengikuti program mudik gratis BUMN.
- Dhipo memanfaatkan program mudik gratis bus pada 17 Maret untuk menghemat biaya transportasi agar bisa bertemu ibunya.
- Bambang, perantau Bekasi ke Yogyakarta, berburu tiket kereta ekonomi jauh hari dan membawa sisa dagangan untuk menekan kerugian mudik.
SuaraJogja.id - Semangat mudik Lebaran selalu menghadirkan cerita perjuangan dari para perantau. Salah satunya datang dari Dhipo, warga Yogyakarta yang bekerja di Surabaya. Demi bisa berkumpul bersama keluarga di kampung halaman, ia rela bolak-balik perjalanan Sidoarjo–Yogyakarta hingga dua kali dalam momen mudik tahun ini.
Tak hanya itu, dia pun berburu program mudik gratis yang ditawarkan salah satu Badan Usaha Milk Negara (BUMN) demi menghemat biaya transportasi. Perjalanan pertama dilakukan Dhipo pada 17 Maret lalu.
Dia pulang lebih dulu ke Yogyakarta untuk mengantarkan tiga anaknya mengikuti program mudik gratis yang diikutinya menggunakan bus. Selain mempertimbangkan kenyamanan anak-anak, langkah ini juga menjadi strategi untuk menghemat biaya perjalanan yang cukup tinggi menjelang Lebaran.
"Kalau berangkat sendiri naik bus, lumayan mahal. Bus patas bisa Rp175 ribu, yang ekonomi sekitar Rp100 ribu. Kalau empat orang sudah berapa itu," ujarnya di Yogyakarta, Kamis (19/3/2026).
Dengan mengikuti program mudik gratis, laki-laki 45 tahun ini bisa menghemat ratusan ribu rupiah dalam sekali perjalanan. Dana tersebut kemudian bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain selama Lebaran, termasuk biaya perjalanan kembali ke Surabaya.
Namun perjuangan Dhipo belum selesai. Setelah memastikan anak-anaknya tiba dengan aman di Yogyakarta, ia kembali lagi ke Sidoarjo untuk menjemput sang istri yang masih harus bekerja hingga 18 Maret 2026 kemarin.
“Ya harus balik lagi, karena istri masih kerja. Biar pulangnya nanti bisa bareng dan lebih aman," katanya.
Meski harus bolak-balik dua kali, Dhipo mengaku semua itu sepadan demi kebersamaan keluarga Dan bertemu ibunya yang sudah renta.
"Bapak saya sudah meninggal, tinggal ibu saya sendiri di Jogja. Bisa pulang kalau ada program mudik gratis karena transport mahal kalau lebaran," tandasnya.
Baca Juga: Antisipasi Kepadatan, Polda DIY Tutup Situasional Sejumlah Titik Putar Balik di Jalan Jogja-Solo
Cerita serupa juga datang dari Bambang, perantau asal Bekasi yang mudik ke Yogyakarta bersama istrinya. Berbeda dengan Dhipo, Bambang memilih strategi berburu tiket kereta ekonomi jauh-jauh hari sebelum Lebaran.
Laki-laji 65 tahun ini sengaja memesan tiket lebih awal untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau. Dia ingin menengok makam ayah dan ibu yang jarang didatanginya.
"Kalau pesan mepet, biasanya sudah mahal atau bahkan habis. Jadi harus dari jauh hari," paparnya.
Bambang yang sehari-hari berjualan makanan ringan dan snack di Bekasi ini juga menghadapi tantangan tersendiri menjelang mudik. Pada 18 Maret 2026 kemarin, dagangannya tidak habis terjual seperti biasanya.
Alih-alih membuang atau menyimpan terlalu lama, ia memutuskan membawa sisa dagangan tersebut sekalian pulang ke Yogyakarta saat berangkat mudik pada 19 Maret 2019 pagi.
“Daripada rusak, ya sekalian dibawa pulang. Memang ada rugi, tapi setidaknya masih bisa dimanfaatkan di rumah,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang
-
Jogja Disesaki Ratusan Kampus, Tapi Tambang Ide Belum Banyak Terserap Masyarakat
-
11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah
-
Perkuat Portofolio, BRI Wealth Management Ungkap Strategi Diversifikasi Investasi Syariah
-
Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi