Wisatawan dan pemudik memadati kawasan Malioboro pada libur Lebaran, Rabu (25/3/2026). [Suara.com/Putu]
Baca 10 detik
- Tingkat okupansi hotel DIY saat Lebaran 2026 hanya 65%, jauh di bawah target 85% meskipun kunjungan mencapai 8,2 juta orang.
- Komunikasi promosi yang menekankan kuantitas kunjungan besar memicu persepsi negatif calon wisatawan mengenai kepadatan area wisata.
- Persaingan tidak sehat dari maraknya penginapan ilegal diperkirakan menggerus pasar hotel formal hingga 10 hingga 30 persen.
Karenanya PHRI DIY mendesak pemerintah untuk segera melakukan penertiban secara tegas terhadap akomodasi ilegal. Selain itu, platform digital atau online travel agent (OTA) juga diminta hanya menayangkan properti yang telah memiliki izin resmi.
Sinkronisasi data antara pemerintah daerah dan platform pemesanan daring pun perlu dilakukan. Terlebih tekanan terhadap penurunan daya beli masyarakat juga berdampak pada industri perhotelan.
"Kalau ini tidak ditangani serius, industri formal akan terus dirugikan dan ekosistem pariwisata bisa terganggu," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
Libur Lebaran Belum Habis, Kunjungan Wisata di Kabupaten Sleman Stabil Tinggi
-
Produksi Sampah Naik 20 Ton per Hari saat Libur Lebaran, DLH Kota Jogja Pastikan Tidak Menumpuk
-
Duh! Serbuan Pemudik ke Jogja Tak Buat Okupansi Hotel Capai Target, Penginapan IlegalJadi Sorotan
-
Pemkot Yogyakarta Jajaki Uji Coba WFH Satu Hari Sepekan, Efisiensi BBM Jadi Tolok Ukur Utama
-
Rapor Merah Libur Lebaran, Wisatawan Kabur dari Bantul, Kunjungan Anjlok 36 Persen!