Budi Arista Romadhoni
Rabu, 25 Maret 2026 | 13:10 WIB
Mobil pemudik terjebak di sawah-sawah Jogja. [X]
Baca 10 detik
  • Arus balik Lebaran 2026 di Sleman, Yogyakarta, macet akibat pemudik salah ikut arahan Google Maps.
  • Puluhan mobil terjebak di jalan setapak persawahan Dusun Karangkalasan karena mencari akses menuju GT Purwomartani.
  • Warga setempat berinisiatif membantu mengatur lalu lintas dan mengeluarkan mobil yang terperangkap akibat kesalahan navigasi digital.

SuaraJogja.id - Pemandangan tak biasa mewarnai suasana arus balik Lebaran 2026 di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan antrean panjang mobil terjebak di jalan setapak yang sempit, membelah area persawahan. Insiden yang terjadi pada Senin (23/3/2026) ini bukan disebabkan oleh kecelakaan, melainkan karena rombongan pemudik yang terlalu percaya pada arahan aplikasi navigasi digital, Google Maps.

Kejadian ini berlokasi di jalan perkampungan Dusun Karangkalasan RT II, Kelurahan Purwomartani, Sleman. Puluhan kendaraan, yang mayoritas berpelat nomor luar daerah seperti B (Jakarta), G (Pekalongan dan sekitarnya), dan L (Surabaya), tampak mengular tak bergerak. 

Para pengendara ini sejatinya memiliki tujuan yang sama: menuju Gerbang Tol (GT) Purwomartani untuk kembali ke kota perantauan mereka.

Namun, alih-alih tiba di jalan tol, aplikasi peta digital justru mengarahkan mereka melewati jalan pintas yang ternyata merupakan jalan tanah sempit yang hanya cukup untuk satu mobil.

Para pemudik diketahui salah mengira sebuah jalan proyek sebagai akses resmi menuju pintu masuk tol, sebuah kekeliruan fatal yang berujung pada kemacetan total di tengah sawah.

Kondisi ini praktis membuat warga setempat terkejut. Menurut keterangan warga, ini adalah kali pertama dusun mereka mengalami "invasi" mobil sebanyak itu secara bersamaan. 

Tanpa dikomando, warga sekitar langsung turun tangan. Mereka berinisiatif membantu mengatur lalu lintas, memberikan arahan, dan memastikan para pengendara bisa memutar balik atau melanjutkan perjalanan tanpa semakin terjebak di medan yang sulit. 

Kehadiran warga menjadi pahlawan tak terduga bagi para pemudik yang kebingungan.

Pihak PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) selaku operator tol membenarkan adanya insiden tersebut. Humas PT JMJ, Rachmat, mengonfirmasi bahwa telah terjadi kesalahan arahan dari aplikasi peta digital yang menyebabkan penumpukan kendaraan di jalur alternatif yang tidak semestinya. 

Baca Juga: Ingin Berwisata ke Lereng Merapi saat Libur Lebaran, Simak Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Sepekan

Menanggapi hal ini, pihaknya secara tegas mengimbau para pengendara, khususnya saat musim mudik dengan volume kendaraan tinggi, untuk tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi. 

Fenomena ini sontak memicu beragam reaksi di dunia maya. Banyak warganet yang berbagi pengalaman serupa atau memberikan komentar atas kejadian tersebut. Seorang pengguna media sosial menulis, "Ini mesti yg mobil awal gak bisa baca maap dan diikuti dgn mobil'' belakangnya yg gak mau berhenti dulu takut disalip belakangnya, akhirnya terjebak semua".

Komentar lain menyoroti pentingnya menggunakan logika saat berkendara. "Makanya google maps jangan diikutin mentah2, nalarnya dipake dikit. Jalan sempit atau meragukan ya dipikir2 lagi. Cari jalan yg paralel dengan yg diarahkan google maps tapi agak meyakinkan (jalanan bagus, lebar dan ramai) baru deh ikutin itu," tulis seorang netizen. 

Ada pula yang menanggapinya dengan humor, "Kalau di kota ini kaya pas lagi macet ngikut orang masuk gang eh ternyata dia ke rumahnya".

Load More