- DLH Yogyakarta mencatat kenaikan produksi sampah harian sekitar 20 ton selama libur Lebaran 2026.
- Peningkatan volume sampah ini tidak menyebabkan penumpukan karena distribusi langsung ke pihak ketiga (offtaker).
- Volume sampah Idulfitri tahun ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya berkat kepatuhan masyarakat.
SuaraJogja.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mencatat kenaikan produksi sampah sebesar 20 ton per hari selama libur Lebaran 2026. Kendati demikian kondisi operasional di depo-depo sampah tetap terkendali tanpa adanya penumpukan yang berarti.
Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, menjelaskan bahwa fluktuasi volume sampah mulai terlihat sejak H-1 hingga beberapa hari setelah lebaran.
Pada periode awal, jumlah sampah cenderung stabil. Namun mulai mengalami kenaikan tipis seiring dengan meningkatnya aktivitas di pusat kota usai Hari Raya Idulfitri.
"Ya, kalau libur lebaran, kalau H-1 sampai H+1 itu masih stabil ya. Kemudian di H+2 sampai ke sini itu ada tambahan tapi enggak banyak. Paling sekitar tujuh persen atau sekitar 20 ton," kata Rajwan, Kamis (26/3/2026).
Kendati ada peningkatan produksi sampah, Rajwan menegaskan bahwa tambahan tersebut tidak memberikan beban tambahan pada kapasitas depo sampah yang ada.
"Tambahan 20 ton per hari, per hari, mulai Minggu ke sini karena sudah mulai banyak aktivitas di Kota Yogyakarta tapi tidak mempengaruhi depo," ujarnya.
Stabilitas di depo sampah ini terjaga berkat penerapan skema distribusi yang memutus rantai pembuangan langsung ke depo. Sampah dari rumah tangga dan tempat usaha dikumpulkan di titik-titik kumpul kelurahan untuk kemudian langsung disalurkan ke pihak ketiga atau offtaker.
Skema ini berhasil membuat penumpukan sampah di depo maupun berbagai titik lain tidak terjadi selama masa liburan.
"Sehingga seperti skema yang sudah kita terapkan sebelumnya, berhenti di titik-titik kumpul kelurahan. Sehingga langsung dibawa ke offtaker sehingga depo tidak terpengaruh," ucapnya
Baca Juga: WFA Pasca Lebaran 2026 Diberlakukan, 36 Ribu Pemudik Masuk ke Jogja
Lebih lanjut, disampaikan Rajwan bahwa volume sampah pada momen Idulfitri tahun ini menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Hal ini tidak lepas dari kepatuhan masyarakat terhadap surat edaran pemerintah kota mengenai langkah-langkah antisipasi minim sampah.
"Ini sampah Idulfitri ini lebih sedikit daripada sampah Idulfitri di tahun yang lalu. Ya, sudah berkurang banyak. Jadi dukungan masyarakat luar biasa hingga kita ucapkan terima kasih," ungkapnya.
Terkait total volume sampah di Kota Jogja tiap hari secara keseluruhan, Rajwan menyebutkan angka di kisaran 320 ton. Namun, ia kembali menekankan bahwa tambahan 20 ton yang muncul selama masa liburan tidak masuk ke depo.
"Jadi artinya secara reguler kegiatan pengelolaan kita tidak terganggu," tambahnya.
Keberhasilan ini juga didorong oleh ekosistem pengolahan sampah organik yang semakin berkembang di Yogyakarta. Sampah-sampah tersebut kini banyak diserap oleh pengusaha maggot maupun diolah menjadi pakan ternak dan pelet.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
DIY Mulai Kering Kerontang, Bantuan Pusat Menunggu Status Darurat
-
Jelang HUT RI ke-81, Peternak DIY Gerah: Harga Telur Anjlok, Pakan Meroket
-
Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga
-
Cherrypop 2026 Siap Guncang Prambanan, Puluhan Musisi Lintas Generasi Meriahkan Repelita Musik
-
42 Kasus Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026 di Kota Jogja, Warga Diminta Tak Bakar Sampah