- DIY mencatat 67 kasus bunuh diri sepanjang 2025, menandakan tantangan serius kesehatan mental di wilayah tersebut.
- Sebelum bunuh diri, banyak individu menunjukkan perilaku melukai diri sendiri akibat rasa sakit psikologis yang mendalam.
- UGM berkolaborasi dengan Indonesian Hypnosis Centre untuk memperkuat legitimasi ilmiah hipnoterapi sebagai intervensi pelengkap.
SuaraJogja.id - Kasus bunuh diri yang terus bermunculan di Yogyakarta menjadi peringatan serius bagi berbagai pihak tentang pentingnya penguatan layanan kesehatan mental. Data Dinas Kesehatan DIY menunjukkan sepanjang tahun 2025 terdapat 67 kasus bunuh diri di DIY.
Kasus serupa juga masih terjadi pada 2026, dengan dua peristiwa gantung diri yang dilaporkan pada awal tahun ini. Terakhir salah seorang mahasiswa gantung diri di kos pada awal Maret 2026 lalu. Angka tersebut menunjukkan persoalan kesehatan mental di wilayah ini masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian bersama.
"Pada saat seseorang melakukan bunuh diri, biasanya mereka sudah merasa hidupnya selesai. Ada rasa sakit yang sangat dalam secara psikis yang tidak bisa mereka tanggung," papar Direktur Indonesian Hypnosis Centre, Avifi Arka di Fakultas Psikologi UGM, Sabtu (28/3/2026).
Menurut Avifi, sebelum sampai pada tindakan bunuh diri, banyak individu terlebih dahulu mengalami perilaku melukai diri sendiri atau self-harm. Hal itu terjadi karena rasa sakit psikologis yang dialami terlalu berat sehingga dialihkan menjadi rasa sakit secara fisik.
Sebab ketika seseorang tidak mampu menanggung rasa sakit secara psikis, sering kali mereka mengonversinya menjadi sakit fisik dengan melukai diri sendiri. Jika kondisi ini terus berlanjut dan tidak mendapatkan bantuan, maka risiko bunuh diri bisa meningkat.
Kondisi tersebut sebenarnya dapat dicegah sejak awal jika seseorang mendapatkan akses bantuan psikologis yang memadai. Bantuan itu bisa melalui konselor, psikolog, psikiater, maupun hipnoterapis.
Selain pendekatan psikologi dan psikiatri yang selama ini dikenal masyarakat, hipnoterapi dinilai dapat menjadi salah satu alternatif intervensi untuk membantu menekan angka kematian akibat masalah psikologis tersebut.
"bunuh diri umumnya berawal dari luka batin dan tekanan psikologis yang sangat dalam sehingga seseorang merasa tidak mampu lagi menanggung beban emosionalnya," tandasnya.
Avifi menjelaskan, ketika seseorang mengalami gangguan mental, terdapat beberapa tahapan yang dapat dilakukan. Pertama adalah validasi diri, yakni mengakui perasaan yang sedang dialami seperti sedih, takut, atau terluka secara mental. Kedua, berbagi cerita atau curhat kepada orang yang dipercaya agar beban emosional dapat berkurang.
Baca Juga: WFA Pasca Lebaran 2026 Diberlakukan, 36 Ribu Pemudik Masuk ke Jogja
Jika kedua langkah tersebut belum cukup, maka individu perlu melakukan regulasi diri atau pengelolaan emosi. Namun jika kondisi masih belum membaik, konsultasi dengan tenaga profesional menjadi langkah yang sangat penting.
"Jika sudah berat, tentu harus ke psikolog klinis atau psikiater. Namun hipnoterapis juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk membantu proses pemulihan mental," katanya.
Ia menilai salah satu tantangan terbesar dalam penanganan kesehatan mental di Indonesia adalah keterbatasan akses terhadap tenaga profesional. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 288 juta jiwa, jumlah psikolog dinilai masih sangat terbatas.
"Jumlah dokter sekitar 300 ribu orang, sementara psikolog hanya sekitar tiga ribu. Ini tentu tidak cukup untuk menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan mental," ungkapnya.
Akibat keterbatasan tersebut, Avifi menyebut lebih dari 90 persen masyarakat belum memiliki akses memadai terhadap layanan kesehatan mental.
"Banyak orang bingung harus pergi ke mana ketika menghadapi masalah psikologis yang berat. Karena itu kita membutuhkan lebih banyak tenaga yang mampu membantu masyarakat," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Juknis Tak Jelas dan jadi Saudara Tiri KDMP, KKMP di Jogja Belum Rasakan Dukungan Pemerintah
-
PRYAKKUM Luncurkan 2 Film Pendek & Buku Saku, Fokus pada Kesehatan Mental Remaja
-
Gelombang Pengunduran Diri di Partai Buruh Berlanjut, Seluruh Pengurus DIY Kompak Pamit
-
Viral Debat Mahasiswa dan Rektorat UNY saat Hendak Gelar Aksi, Begini Kronologi Lengkapnya
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY