- Polresta Yogyakarta menegaskan bahwa tidak ada aksi penyerangan terhadap Asrama Mahasiswa Papua Kamasan 1 pada Minggu malam.
- Insiden bermula saat empat orang tidak dikenal memicu keributan dengan pedagang warung kopi di depan asrama.
- Keempat orang tersebut melarikan diri setelah pedagang berteriak dan memancing para penghuni asrama keluar dari asrama.
SuaraJogja.id - Beredar sebuah video di media sosial yang bernarasi bahwa asrama mahasiswa Papua Kamasan 1, Jalan Kusumanegara, Umbulharjo, Kota Yogyakarta diserang oleh orang tak dikenal (OTK).
Menanggapi narasi itu, pihak kepolisian segera memberikan penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Penjabat Sementara (PS) Kasi Humas Polresta Jogja, Ipda R. Anton Budi Susilo, menyebut bahwa peristiwa yang terjadi pada Minggu (5/4/2026) malam tersebut bukanlah aksi penyerangan terhadap asrama mahasiswa.
"Bukan penyerangan asrama," kata Anton dikonfirmasi, Senin (6/4/2026).
Ia bilang insiden tersebut berawal dari adanya perselisihan antara sekelompok orang dengan seorang pedagang di sekitar lokasi.
Berdasarkan data yang dihimpun kepolisian, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu kemarin sekitar pukul 23.20 WIB. Kejadian bermula ketika empat orang tidak dikenal mendatangi sebuah warung kopi yang terletak tepat di depan Asrama Mahasiswa Papua Kamasan 1 Yogyakarta untuk mencari keberadaan seseorang.
"Datang 4 orang dan bertanya ke penjual warung kopi depan asrama dan menanyakan nama seseorang," ujarnya.
"Namun dijawab tidak tau oleh penjual warung kopi (warga Papua) tersebut," lanjutnya.
Ketidakpuasan atas jawaban tersebut nampaknya membuat keempat orang itu naik pitam dan menunjukkan gelagat kemarahan di lokasi kejadian.
Baca Juga: Terkoneksi di Sleman, Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen Resmi Tersambung Secara Fisik
"Selanjutnya empat orang tersebut marah membuat penjual warung kopi berteriak hingga membuat para penghuni asrama keluar," tuturnya.
Teriakan penjual kopi itu seketika memancing perhatian para mahasiswa yang berada di dalam asrama. Mendengar adanya kegaduhan, para penghuni asrama lantas keluar untuk memastikan situasi.
Melihat itu keempat orang tadi langsung meninggalkan lokasi. Ia menyebut tidak ada penyerangan dalam peristiwa itu.
"Keempat orang tersebut melarikan diri," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Prabowo Dampingi PM India Narendra Modi Beribadah di Prambanan, 2.690 Personel Gabungan Siaga Penuh
-
Rekonstruksi Pembunuhan di Depan SMA 3 Jogja Digelar, Empat Orang Masih DPO
-
Perpres Cap LGBTQ Ancaman Nonmiliter, Dinsos DIY Belum Lakukan Penindakan, Fokus Perkuat Keluarga
-
Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi Baru UU Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Soroti Poin Ini
-
Sigit Mustofa Nahkodai Warkaban 2026-2029, Perkuat Solidaritas Diaspora Bantul di Seluruh Indonesia