- Seorang siswa SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta bernama Bayu Elnino viral karena membuat video hoaks mengenai penolakan program Makan Bergizi Gratis.
- Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa Bayu tidak menjabat sebagai ketua organisasi siswa dan tidak ada tindakan pelengseran jabatan tersebut.
- Bayu telah mengakui bahwa narasinya tidak benar dan secara terbuka meminta maaf kepada pihak sekolah serta Badan Gizi Nasional.
Najib menambahkan, pihak sekolah juga menyebut aparat kepolisian telah datang ke sekolah untuk melakukan koordinasi terkait beredarnya video tersebut di media sosial.
"Pada saat ini juga ada dari Polres dan Polsek yang datang. Polisi juga sempat ke sini," jelasnya.
Najib menambahkan, program MBG di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta sebenarnya baru akan mulai dilaksanakan pada tahun ini. Program tersebut direncanakan berjalan mulai Agustus 2026 mendatang.
Dengan demikian, menurutnya, pernyataan yang menyebut adanya penolakan terhadap program tersebut dari kalangan siswa tidak sesuai dengan kondisi yang ada di sekolah.
Hingga saat ini pun tidak ada penolakan dari siswa terhadap rencana pelaksanaan program MBG di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta.
"Kalau di sekolah kami, MBG baru tahun ini. Baru mulai bulan Agustus dan tidak ada penolakan dari siswa," ungkapnya.
Sementara Bayu dalam unggahan sosial media Instagram miliknya @bayuekni akhirnya mengakui sebagai selaku orang yang telah membuat narasi di media sosial tentang Ketua OSIS dikudeta karena mengkritik program MBG Presiden Prabowo Subianto. Dia pun menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah, IPM dan Muhammadiyah.
"Dengan ini, tanpa paksaan dari pihak manapun, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya dari hati yang terdalam," paparnya.
Bayu menyampaikan di sekolahnya memang tidak ada organisasi OSIS seperti yang dinarasikannya. Dia juga tidak menjabat atau tidak mengikuti organisasi apapun.
Baca Juga: Polisi Amankan Satu Terduga Pelaku Penganiayaan Pemotor di Umbulharjo Kota Jogja
Bayu juga mengakui, tidak benar pernyataan yang dia sampaikan adanya pelengseran atau kudeta sama sekali. Bahkan tidak ada surat keputusan pemberhentian apapun terkait dengan dirinya.
"Saya kelas 12 dan baru tahun ini sekolah mendapatkan Makan Bergizi Gratis," ungkapnya.
Bayu menyebut, klarifikasi dilakukan t anpa ada intimidasi dari Badan Gizi Nasional (BGN. Dia pun meminta maaf karena narasinya membuat kegaduhan di dalam media sosial.
"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Badan Gizi Nasional atas narasi yang saya berikan," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Tren "Pernikahan Hemat" Meningkat, Merapi Merbabu Hadirkan Paket Wedding Mulai Rp45 Juta
-
MK Tolak Diskualifikasi, Gibran Harus Gentleman Buka Bukti Ijazah
-
Dari Merapi hingga Gajah Wong, Folklor Jogja Bicara Bencana tapi Tak Ceritakan Megathrust
-
BRI Junio Gandeng Mobile Legends: Bang Bang, Hadirkan Kartu Debit Edisi Khusus
-
Cuaca Panas Menyengat, Warga Diminta Tak Beraktivitas di Luar, Ini Alasannya