- Layanan ambulans Mer-C Yogyakarta menerima order fiktif dari penagih pinjaman online untuk meneror nasabah pada Rabu (22/4/2026).
- Sopir ambulans tidak menemukan pasien di lokasi kejadian setelah ditelepon untuk penjemputan darurat di kawasan Condongcatur, Sleman.
- Modus penagihan pinjol ini telah terjadi tiga kali dan sangat mengganggu operasional layanan darurat bagi masyarakat umum.
SuaraJogja.id - Layanan ambulans di Yogyakarta menjadi sasaran order fiktif yang dilakukan oleh perusahaan pinjaman online (pinjol) untuk meneror nasabahnya. Aksi ini sempat menjadi perhatian saat diunggah ke media sosial.
Admin Ambulans Mer-c Jogja, Aziz Apri Nugroho, mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja mengalami kejadian tidak menyenangkan tersebut pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Melalui sambungan telepon, seseorang meminta ambulans segera datang ke sebuah lokasi di Jalan Kuningan, Condongcatur, Sleman untuk menjemput pasien yang disebut dalam kondisi darurat.
"Ditelpon disuruh mendatangi lokasi, bilang pasiennya emergency, suruh membawa ke Rumah Sakit Panti Rapih," kata Aziz saat dihubungi, Rabu (22/4/2026).
Setibanya di lokasi kejadian, sopir ambulans bernama Muklis terkejut usai tak menemukan pasien yang dimaksud. Setelah ditelusuri lebih lanjut kepada warga sekitar, nama orang yang dicari ternyata sudah pindah dari lokasi tersebut sejak tiga tahun lalu.
Aziz menuturkan, usut punya usut pihak penelepon diketahui berasal dari aplikasi sebuah pinjol. Mereka sengaja memesan ambulans dengan mencatut nama nasabah untuk memberikan teror.
"Iya mengaku (dari pinjol). Dari kok nggak ada, dikasih tahu sama warga itu ya terus ditelepon balik, di VC juga nggak ngangkat. Ya terus ngasih keterangan seperti itu," ucapnya.
Bukan Kejadian Pertama
Diungkap Aziz, kejadian ini ternyata bukan kali pertama dialami oleh tim ambulans relawan tersebut. Ia mencatat setidaknya sudah tiga kali pihaknya menjadi korban modus serupa.
Baca Juga: Lagi! Pencurian Gamelan Terjadi di UGM, Diduga Pelaku yang Sama Beraksi di Kampus Lain
Pengalaman sebelumnya bahkan lebih ekstrem, di mana ambulans diminta menjemput jenazah yang ternyata tidak pernah ada.
"Sudah tiga kali ini berarti. Dulu itu pertama pokoknya tiga-empat tahunan yang lalu itu saya kena order antar jenazah di Condongcatur. Itu ternyata orangnya nggak ada," ungkap Aziz.
Ia menyesalkan tindakan oknum pinjol ini sebab sangat mengganggu ritme kerja layanan kemanusiaan. Menurutnya, penggunaan layanan darurat untuk kepentingan penagihan utang dapat merugikan masyarakat lain yang benar-benar membutuhkan bantuan medis segera.
"Itu tadi ternyata masuk ke empat nomor ambulans itu, beberapa yang di Jogja itu udah ditelepon tadi, tapi kebetulan nggak bisa semua yang bisa saya yang di sini," tuturnya.
Terkait upaya hukum, Aziz mengaku masih belum berpikir untuk mengambil tindakan lebih lanjut dengan melapor secara resmi ke pihak kepolisian.
Namun, ia berharap aparat penegak hukum dapat memberikan perhatian khusus pada fenomena ini. Agar tidak ada lagi layanan publik yang disalahgunakan untuk aksi teror.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Curhat ke Sri Sultan, GNB Ungkap Krisis Kepercayaan Publik pada Negara Kian Mengkhawatirkan
-
Mobil Brimob Terserempet KA Bandara di Sedayu, Begini Kronologinya
-
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Ini Sekolahku Gelar Kegiatan Edukatif Sekolah Dasar
-
Satgas PPKPT Pastikan Kampus Jadi Ruang Aman dari Kekerasan dan Perundungan
-
Minta Rp15 Juta Tak Kunjung Diberi, Anak di Bantul Bakar Rumah Orang Tuanya