- Polisi menangkap pria berinisial AM yang mencuri tujuh bilah demung slendro di FIB UGM, Sleman, pada April 2026.
- Pelaku mencuri barang tersebut untuk dijual ke tempat rongsok di Karanganyar demi memenuhi kebutuhan ekonomi pribadinya.
- Residivis ini juga terbukti melakukan aksi pencurian gamelan serupa di wilayah ISI Yogyakarta serta lokasi lainnya.
SuaraJogja.id - Polisi mengungkap kasus pencurian tujuh bilah demung slendro di Ruang Gamelan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Yogyakarta. Satu orang pelaku ditangkap dalam aksi pencurian ini.
Kapolsek Bulaksumur AKP Subilal mengatakan pelaku berinisial AM (50), warga Surakarta, Jawa Tengah.
Pencurian gamelan itu terjadi pada Selasa, (11/4/2026) sekitar pukul 14.52 WIB lalu di Gedung Margono lantai 4, tepatnya di Ruang Gamelan Fakultas Ilmu Budaya UGM, Caturtunggal, Depok, Sleman.
Kasus ini pertama kali diketahui oleh petugas keamanan di Fakultas Ilmu Budaya UGM. Saat melakukan patroli dan pengecekan rutin di Ruang Gamelan, ia mendapati tujuh bilah demung slendro yang sebelumnya tertata rapi sudah hilang dari tempatnya.
"Korban melakukan pengecekan di CCTV dan terlihat ada seseorang yang dicurigai," kata Subilal, kepada awak media, Selasa (28/4/2026).
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa pelaku datang ke kampus dan sempat menanyakan lokasi Ruang Gamelan kepada seorang mahasiswi.
"Kemudian terduga pelaku masuk ke Ruang Gamelan melalui tangga sebelah timur di lantai 4 Ruang Margono," ungkapnya.
Di sana pelaku langsung membawa tujuh bilah demung slendro menggunakan tas ransel yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Subilal menyebut motif pencurian tersebut dilatarbelakangi faktor ekonomi. Setelah berhasil membawa barang curian, AM menjual tujuh bilah demung slendro itu ke tempat rongsok di wilayah Karanganyar.
Baca Juga: UGM-Bank Mandiri Taspen Lanjutkan Kemitraan, Siapkan Talenta Muda dan Literasi Pensiun
"Kemudian barang tersebut (gamelan curian) oleh pelaku dijual seharga Rp1,8 juta ke tempat rongsok yang ada di Karanganyar," tuturnya.
Berdasarkan identifikasi dari CCTV dan hasil olah TKP, polisi bisa mendapatkan keberadaan pelaku di Surakarta. Kemudian pada Rabu, (22/4/2026) Reskrim Polsek Bulaksumur melakukan penangkapan dan pelaku mengakui perbuatannya.
"Pelaku juga merupakan residivis dalam perkara curanmor ya, tindak curanmor yang terjadi pada tahun 2012, dengan hukuman 2,5 tahun penjara," imbuhnya.
Tak hanya itu, dari hasil interogasi diketahui dua bulan sebelum mencuri di UGM, pelaku sempat melakukan pencurian serupa di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
"Dua bulan sebelum melakukan pencurian di Fakultas Ilmu Budaya UGM, pelaku melakukan pencurian di ISI Yogyakarta dengan mengambil 11 bilah ya. Kemudian di Solo juga demikian ya, mengambil tujuh bilah," paparnya.
Polisi menyebut pelaku tidak terlibat dalam sindikat apapun atau hanya beraksi seorang diri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ramai Wisatawan Dipalak Saat Foto di Plang Malioboro, UPT Tertibkan Fotografer
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Kekeringan di Gunungkidul, Warga Kemesu Terpaksa Jual Ternak Demi Beli Air
-
Chemistry Keisya Levronka dan Paul Aro Warnai Film 'Dan Bandung', Bakal Berperan Jadi Siapa?
-
Special Clip 'Dan Bandung': Romansa Basil-Elma dan Syahdunya Kota Kembang