Budi Arista Romadhoni
Selasa, 19 Mei 2026 | 21:37 WIB
Harga komoditas pertanian mulai mengalami kenaikan seiring melemahnya nilai rupiah di Pasar Beringharjo, Selasa (19/5/2026). (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
  • Pelemahan nilai tukar rupiah menyebabkan kenaikan biaya produksi pertanian dan harga pangan di pasar wilayah DIY.
  • Harga komoditas seperti cabai rawit dan sayuran di pasar tradisional DIY melonjak akibat kenaikan biaya logistik.
  • Pemda DIY melakukan pemetaan kondisi petani serta intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang Iduladha.

"Kami akan berkoordinasi dulu dengan pemerintah kabupaten dan kota. Pemetaan ini penting untuk melihat bagaimana kenaikan biaya produksi benar-benar dirasakan petani," jelasnya.

Selain itu pemerintah pusat juga mendorong peningkatan produksi pangan nasional melalui berbagai program bantuan. Diantaranya pemberian alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan benih, hingga perbaikan jaringan irigasi.

Untuk menjaga stabilitas harga menjelang Iduladha, pemda juga melakukan sejumlah langkah intervensi seperti operasi pasar dan pasar murah. 

"Hal ini untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More