Harga komoditas pertanian mulai mengalami kenaikan seiring melemahnya nilai rupiah di Pasar Beringharjo, Selasa (19/5/2026). (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
- Pelemahan nilai tukar rupiah menyebabkan kenaikan biaya produksi pertanian dan harga pangan di pasar wilayah DIY.
- Harga komoditas seperti cabai rawit dan sayuran di pasar tradisional DIY melonjak akibat kenaikan biaya logistik.
- Pemda DIY melakukan pemetaan kondisi petani serta intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang Iduladha.
"Kami akan berkoordinasi dulu dengan pemerintah kabupaten dan kota. Pemetaan ini penting untuk melihat bagaimana kenaikan biaya produksi benar-benar dirasakan petani," jelasnya.
Selain itu pemerintah pusat juga mendorong peningkatan produksi pangan nasional melalui berbagai program bantuan. Diantaranya pemberian alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan benih, hingga perbaikan jaringan irigasi.
Untuk menjaga stabilitas harga menjelang Iduladha, pemda juga melakukan sejumlah langkah intervensi seperti operasi pasar dan pasar murah.
"Hal ini untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Fakta Pahit Buruh Pengupas Bawang di Jogja, Kerja Seharian Hanya Diupah Rp3 Ribu
-
Ospek Bukan Ajang Perpeloncoan, Rektor UNY: Perlakukan Mahasiswa Sebagai Raja-Ratu
-
BRI Cetak Rekor MURI: Hadirkan Kredit Kendaraan Serentak di 131 Lokasi
-
Dokter dan Nakes Viral Komentar Nirempati, FKKMK UGM Sebut Pembekalan Etika Bermedsos Sejak Maba
-
Dinkes DIY Siapkan 240 Kg Obat untuk Korban Gempa NTT, Pastikan Stok Jogja Tak Tertanggu