Tasmalinda
Kamis, 21 Mei 2026 | 20:05 WIB
rencana revitasasi ikawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta
Baca 10 detik
  • Pemda DIY memperluas penataan Sumbu Filosofi di kawasan Panggung Krapyak dan eks TKP Abu Bakar Ali Yogyakarta.
  • Revitalisasi bertujuan memperkuat status warisan budaya dunia UNESCO dengan menjaga nilai sejarah serta kenyamanan ruang publik.
  • Penataan fokus pada penataan utilitas dan ruang hijau tanpa mengubah karakter kawasan maupun ekosistem sosial masyarakat setempat.

“Beliau minta ada kayak pergola yang ditanami tanaman, jadi mata nyaman melihat ada kembangnya, tidak selalu hijau,” ujar Made.

Meski difungsikan sebagai ruang hijau, fasilitas pendukung seperti toilet tetap akan disediakan dengan ukuran lebih kecil agar tidak mendominasi kawasan taman.

Jadi Wajah Baru Sumbu Filosofi Yogyakarta

Selama ini program penataan Sumbu Filosofi DIY juga mencakup relokasi kabel utilitas, penataan reklame, penguatan kawasan pedestrian, hingga penataan kawasan heritage agar lebih tertib dan nyaman.

Pemda DIY menargetkan kawasan Sumbu Filosofi tidak hanya menjadi destinasi wisata budaya, tetapi juga ruang hidup yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Penataan Panggung Krapyak dan eks ABA diharapkan semakin merepresentasikan identitas Yogyakarta sebagai kota budaya yang tetap hidup, inklusif, dan nyaman bagi warga maupun wisatawan,” pungkasnya.

Load More