Budi Arista Romadhoni
Senin, 25 Mei 2026 | 20:35 WIB
Puluhan biksu memasuki Kompleks Kepatihan dalam rangka perjalanan spiritual Indonesia Walk for Peace, Senin (25/5/2026) sore. (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
  • Sebanyak 57 biksu mancanegara melakukan perjalanan spiritual Indonesia Walk for Peace dari Bali menuju Candi Borobudur pada Mei 2026.
  • Rombongan tiba di Yogyakarta pada 25 Mei 2026 dan disambut hangat oleh Gubernur DIY sebagai simbol perdamaian lintas agama.
  • Kegiatan ini bertujuan menyebarkan pesan persaudaraan serta memperkuat semangat toleransi dan harmoni di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Sementara Sultan mengungkapkan kedatangan para bisku menjadi momentum peneguhan semangat toleransi dan harmoni antarumat beragama di DIY. Sultan pun menegaskan keberagaman merupakan kekayaan bangsa yang harus dirawat bersama.

"Indonesia Walk for Peace bukan sekadar perjalanan fisik. Ia adalah simbolisasi langkah maju, menuju masa depan bangsa yang harmonis dan bermartabat, melalui penyebaran energi positif dan harmoni antarumat beragama," ungkapnya.

Menurut Sultan, perjalanan para biksu mencerminkan refleksi perjalanan kehidupan sekaligus pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah keberagaman. Semangat yang dibawa dalam kegiatan tersebut selaras dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika.

Jalan damai tersebut menjadi bentuk nyata penyebaran pesan perdamaian dan persaudaraan lintas agama. Kehadiran rombongan biksu Yogyakarta dinilai sekaligus memperkuat citra DIY sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan kehidupan sosial yang harmonis.

"Keberagaman suku, agama, dan budaya adalah kekayaan yang menyatukan, bukan memisahkan bangsa," tandasnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More