- Sapi jenis Simental seberat 1,1 ton kiriman sosok berinisial TIW tiba di Masjid Fatahillah, Sleman, pada 27 Mei 2026.
- Pengiriman sapi jumbo tersebut menarik perhatian warga setempat dan menimbulkan spekulasi mengenai identitas asli pengirimnya dari Jakarta.
- Daging kurban dari sapi tersebut telah didistribusikan secara merata kepada 150 keluarga serta masyarakat di luar daerah Jawa Tengah.
SuaraJogja.id - Kedatangan seekor sapi kurban berukuran jumbo seberat 1,1 ton menggegerkan warga di Jalan Brojolamatan, Padukuhan Gejayan, Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Rabu pagi (27/5/2026).
Sapi berjenis Simental tersebut dikirim oleh sosok misterius asal Jakarta ke Masjid Fatahillah, yang notabene lokasinya berada tak jauh dari kediaman tokoh nasional Amien Rais.
Hingga saat ini, identitas asli pengirim sapi raksasa tersebut masih menjadi teka-teki. Berdasarkan informasi yang dihimpun warga, sapi tersebut dibeli dari seorang peternak di Boyolali, Jawa Tengah, oleh seseorang yang tak diketahui namanya.
"Iya, ada yang mengirim sapi untuk kurban Idul Adha. Datang kiriman sapi jumbo 1,1 ton berinisial TIW dari Jakarta, tapi sapinya dari peternak Boyolali," kata Ketua Takmir Masjid Fatahillah, Muhani, saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).
Menariknya sapi itu diberikan inisial TIW yang tertulis di tubuhnya.
"Pengirimnya hanya bilang dari Pak TIW untuk warga kompleks, semoga bermanfaat," imbuhnya.
Muhani menambahkan, ukuran sapi yang luar biasa besar tersebut sempat menjadi tontonan dan daya tarik warga sekitar. Meski pihak takmir belum mengetahui secara pasti siapa sosok di balik inisial TIW, masyarakat luas berspekulasi dan menduga bahwa nama tersebut merujuk pada Teddy Indra Wijaya (TIW).
"Kami berterima kasih kepada Bapak TIW atas bantuan sapi ini, sudah kami terima dan kami bagikan. Semoga diberi kesehatan dan kelancaran," ujarnya.
Menurut Muhani, informasi awal mengenai pengiriman sapi Simental jumbo ini bermula saat dirinya dihubungi oleh Kepala Dukuh setempat. Pihak pengurus masjid kemudian langsung sigap menyiapkan seluruh keperluan untuk proses penyembelihan.
Baca Juga: Kereta Gantung Sepanjang 8 KM Bakal Dibangun di Kawasan Prambanan Sleman, Investasinya Rp200 Miliar
Pada tahun ini, Masjid Fatahillah sendiri mengelola total hewan kurban sebanyak 5 ekor sapi dan 14 ekor kambing.
Sementara itu, Ketua RT 01 Padukuhan Gejayan, Lilik Prabowo, memastikan bahwa seluruh daging kurban telah habis disalurkan kepada masyarakat.
Menariknya, lantaran volume daging yang dihasilkan sangat melimpah, jangkauan distribusi panitia meluas hingga ke luar daerah di Jawa Tengah, seperti Kebumen dan Magelang.
"Di RT 01 semua kebagian, baik warga muslim maupun non-muslim. Kemarin kami bagikan 2 kilogram per kepala keluarga (KK). Di sini total ada 150 KK," ungkap Lilik
Pihak RT setempat pun turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas bantuan sapi kurban dari sosok berinisial TIW tersebut, yang telah membawa berkah pangan lintas wilayah bagi masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Pameran PASSAGE: Jembatan Seniman Yogyakarta Menuju Panggung Prancis
-
Ketika SD Negeri di Jogja Kekurangan Murid, Guru Patungan demi Tetap Bisa Bermimpi
-
Haedar Nashir: Tak Ada Kompromi bagi Pelaku Pelecehan Seksual di Kampus Muhammadiyah
-
Skandal Korupsi Beruntun, Muhammadiyah Desak Presiden Pimpin Perang Total, Tak Sekedar Ceramah
-
Diduga Jadi Korban Mafia Tanah, Warga Sleman Kaget Sertifikat Beralih Nama dan Jadi Agunan Bank